Tutup Iklan
Robert Lewandowski (Reuters/Wolfgang Rattay)

Solopos.com, MUNICH—Duel sesama tim merah akan terjadi di Anfield saat -melempem-sejak-pergantian-tahun" title=" Liverpool Melempem Sejak Pergantian Tahun">Liverpool menjamu Bayern Munich pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (20/2/2019) pukul 03.00 WIB. Kedua tim saat ini berada dalam pacuan perebutan gelar juara di liga masing-masing.

Performa Die Roten (Si Merah), julukan -munchen-di-jalur-menuju-treble-winner" title=" Bayern Munchen di Jalur Menuju Treble Winner">Bayern Munich, musim ini agak berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Sebagai pemegang juara bertahan Bundesliga enam kali beruntun, Bayern sempat terseok-seok di kompetisi kasta tertinggi di Jerman itu. Penampilan tim yang dipoles Niko Kovac perlahan memang membaik. Tapi, Bayern masih belum benar-benar menunjukkan diri mereka sesungguhnya sebagai tim yang dominan.

Die Roten berdiri dua poin di belakang Borussia Dortmund di pacuan gelar Bundesliga 2018/2019. Padahal, dalam musim sebelumnya, Bayern seolah tak tersentuh di klasemen akhir dengan keunggulan 19 poin, 18 poin, dan terbaru 15 poin di atas musuh terdekat mereka.

Meski begitu, Bayern tetap menjadi tumpuan Jerman untuk lolos ke babak perempat final di Liga Champions musim ini. Itu karena tim sesama Jerman, Dortmund, terlihat nyaris mustahil lolos ke perempat final setelah mereka keok 0-3 di markas Tottenham Hotspur. Sementara satu klub Jerman lainnya, Schalke, bakal bertemu tim super polesan Josep Guardiola, Manchester City, di babak 16 besar ini.

Sejak 2005/2006, setidaknya ada satu wakil Jerman yang mampu lolos ke delapan besar di turnamen paling elite di Eropa ini. Die Roten dituntut untuk menyingkirkan Liverpool pada babak 16 besar untuk meneruskan tradisi itu. "Anda tidak boleh membuat kesalahan di laga seperti ini, namun saya pikir kami bisa memberi masalah untuk Liverpool. Kami punya sebuah tim yang cukup kuat untuk lolos," jelas gelandang Bayern, James Rodriguez, seperti dilansir sports.yahoo.com, Senin (18/2/2019).

Bayern harus kembali ke wajah asli mereka jika ingin memetik hasil di Anfield. Langkah pertama, Die Roten perlu memperbaiki pertahanan mereka yang kerap bocor musim ini. Bayern kebobolan 34 gol di semua kompetisi 2018/2019, ini rekor kebobolan terbesar mereka sejak 2010/2011. Akhir pekan lalu, gawang Bayern kebobolan dua gol saat mengalahkan Augsburg 3-2 pada Bundesliga. Dua gol Augsburg semua bermula dari sayap kiri. Padahal, lini belakang Die Roten akan bertemu Liverpool yang diperkuat salah satu trisula paling maut di Eropa saat ini, Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

"Liverpool tim kuat, tim menyerang. Kami harus lebih kompak. Kami tetap bergerak saat tidak memegang bola, itu sudah jadi kewajiban dalam permainan kami, namun sayap kami beku dan mendapat ganjarannya," jelas kapten dan kiper Bayern, Thomas Muller.

Langkah vital kedua, Kovac mesti mencari pengganti tepat untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan pilar-pilarnya. Die Roten tidak akan diperkuat Arjen Robben dan Franck Ribery. Duo yang akrab dijuluki Robbery tersebut mengalami cedera. Kovac juga kehilangan gelandang Corentin Tolisso di Anfield. Yang paling nahas, Bayern tidak bisa memainkan Thomas Muller dalam dua leg babak 16 besar setelah aksi tendangan kungfu sang pemain kepada bek Ajax, Nico Tagliafico, pada fase grup lalu.

Tapi Liverpool juga tidak bisa turun dengan skuat komplet. Tim berjuluk The Reds ini kehilangan bek paling berpengaruh mereka, Virgil van Dijk, karena sanksi. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, akan memaksa gelandang bertahannya, Fabinho atau Jordan Henderson, mengisi pos bek sentral yang ditinggalkan defender temahal di dunia tersebut untuk mendampingi Joel Matip. Tanpa Van Dijk, kiper Liverpool, Alisson Becker, harus siap bekerja lebih keras dari biasanya. Apalagi, kali ini yang akan dihadapinya adalah Bayern yang diperkuat top scorer Liga Champions musim ini, Robert Lewandowski. Lewandowski memborong delapan gol dalam enam laga di fase grup, unggul dua gol atas mesin gol Barcelona, Lionel Messi.

"Seluruh defender kami pernah bermain setidaknya sekali, kami tidak boleh mereka kehilangan karena kami semua pernah dipakai. Lini belakang kami terbiasa saling berkomunikasi, dan kami sangat mengerti satu dengan yang lain, ini vital bagi tim mana pun," ujar Alisson, seperti dilansir liverpoolecho.co.uk.

Ini akan menjadi pertemuan kali pertama dua tim yang sama-sama mengoleksi lima trofi Liga Champions tersebut di kompetisi Eropa sejak 2001. Sekitar 18 tahun lalu, Liverpool dan Bayern dipertemukan pada Piala Super Eropa di Stade Louis II, Monaco. Duel itu dimenangi The Reds dengan skor ketat 3-2.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten