Persiharjo Sukoharjo (istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO — Kompetisi Liga 3 Indonesia zona Jawa Tengah (Jateng) musim ini seperti kurang bersahabat bagi tim-tim asal Soloraya. Satu per satu klub dari wilayah itu berguguran di fase penyisihan mulai PSIK Klaten hingga yang terbaru Persebi Boyolali. Praktis kini tinggal Persiharjo Sukoharjo yang bisa menjaga gengsi Soloraya di kompetisi kasta ketiga di Indonesia.

Sejauh ini Laskar Kota Makmur, julukan Persiharjo, masih merawat peluang lolos ke babak delapan besar seusai menaklukkan Persikaba Blora dengan skor 2-0 pekan lalu. Hasil itu membawa Persiharjo nangkring di peringkat ketiga Grup 3 dengan empat poin, selisih satu poin dari Persikaba di peringkat kedua. Namun Persiharjo sejatinya di atas angin karena punya keuntungan satu laga lebih banyak dibanding Persikaba.

Oleh karena itu, tak ada alasan bagi Suparno dkk. gagal meraih angka saat melawat ke markas tim juru kunci Berlian Rajawali (BR) Unika FC di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (24/4/2018). Poin Persiharjo akan bertambah menjadi tujuh jika mampu menundukkan Unika di Citarum. Jika skenario itu berjalan mulus, Laskar Kota Makmur tinggal mengincar hasil seri melawan tim kuat Bhayangkara Muda Semarang dalam laga pamungkas di Sukoharjo untuk menyegel tiket delapan besar.

Ini karena Persiharjo menang head to head atas Persikaba jika kedua tim memiliki poin yang sama di akhir fase grup. “Kami datang ke Semarang dengan motivasi terbaik. Tak hanya membawa nama Sukoharjo, kami ingin membuktikan bahwa tim dari Soloraya bisa berprestasi,” ujar Pelatih Persiharjo, Dwi Joko Prihatin, saat dihubungi Solopos.com, Senin (23/4/2018).

Dalam pertemuan pertama yang digelar di Sukoharjo, kedua tim bermain sama kuat 2-2. Kala itu Laskar Kota Makmur sebenarnya bisa meraih poin penuh andai tim tak kecolongan gol di dua menit terakhir. Dwi Joko mengaku sudah mengevaluasi pertandingan tersebut dan siap memberi strategi khusus untuk mempermalukan Unika di kandangnya.

“Saat itu para pemain masih demam panggung karena itu pengalaman pertama mereka tampil di Liga 3. Sekarang anak-anak mainnya sudah makin menyatu,” tutur eks bek Persis Solo itu.

Persiharjo sedikit pincang karena tak akan diperkuat striker mereka, Sutarno. Dia urung ke Semarang karena mendapat akumulasi kartu. Kabar baiknya, gelandang Usman Galih sudah bisa bermain setelah mengalami suspensi pekan lalu. Persiharjo juga masih punya striker Edi Witopo yang ikut menyumbang gol saat menundukkan Persikaba. Dalam pertemuan pertama melawan Unika, Edi juga mencetak satu gol.

“Kami rasa tiga poin melawan Unika adalah target realistis. Semoga para suporter bisa all out mendukung perjuangan kami,” tukas Sekjen Persiharjo, Wagino. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten