Liga 2 Digeber Lagi, Ini Permintaan Persis Solo ke PSSI
Pemain Persis Solo, Syah Roni (kanan), meluapkan kegembiraan bersama rekan timnya seusai mencetak gol ke gawang Semen Padang dalam pertandingan persahabatan di Stadion Manahan, Solo, Kamis (5/3/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — PSSI telah menyusun rancangan protokol kesehatan apabila Liga 1 dan Liga 2 musim ini dilanjutkan. Salah satu poin yang penting adalah kewajiban klub menggelar rapid test (tes cepat) Covid-19 sebanyak sekali setiap pekan.

Persis Solo meminta pemberlakuan protokol kesehatan nantinya tak lantas membebani finansial klub. Tes cepat sendiri dilakukan para pemain dan seluruh personel tim selama liga berlangsung. Ada pula arahan bagi klub untuk memfasilitasi tempat karantina/isolasi mandiri pada kondisi tertentu. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan pemain saat berkompetisi di tengah pandemi.

Ganjar Pranowo Usul Kampanye Online & E-Voting pada Pilkada 2020

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo, mengatakan klubnya secara umum mendukung keberlanjutan kompetisi dengan pemberlakuan protokol kesehatan. Menurut Hari, liga di Indonesia perlu meniru pendekatan kompetisi di Benua Eropa terkait standar protokol kesehatan secara keseluruhan.

Namun pihaknya berharap pemberlakuan prosesur kesehatan nantinya tak lantas memberatkan klub. “Misal untuk pengadaan rapid test sepekan sekali. Kalau klub yang harus menanggungnya terus terang berat,” ujar Hari saat dihubungi Solopos.com, Senin (8/6/2020).

Pihaknya mengatakan finansial klub belum stabil sejak kompetisi dihentikan pertengahan Maret lalu. Persis berharap ada solusi dari PSSI agar klub tak lagi terbebani pengeluaran di masa pandemi. Apalagi subsidi untuk klub senilai Rp200 juta per bulan rencananya baru cair saat kompetisi digelar, Oktober.

Siap-Siap Pemerintah Tawarkan Obligasi Ritel ORI017, Berapa Keuntungannya?

Hari Purnomo mendorong PSSI mengkaver biaya pemberlakuan protokol kesehatan terutama pengadaan rapid test. “Kami dengar PSSI sudah berkomunikasi intens dengan Kementerian Kesehatan [Kemenkes] agar klub-klub diberi jatah rapid test gratis. Semoga hal itu benar-benar terwujud,” kata Hari.

Pedoman

Sebagai informasi, protokol kesehatan yang disusun PSSI mengambil berbagai referensi yakni FIFA, WHO, AFF, Kemenkes, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan Bundesliga.

Ada tujuh bagian dalam pedoman tersebut yang meliputi; Dasar Pemikiran, Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 untuk Klub Sepak Bola, Panduan Sebelum Pertandingan, Orang-orang yang Boleh Berada di Stadion, Panduan Saat Hari Pertandingan, Panduan Setelah Pertandingan, dan Penerapan Higiene, dan Sanitasi Lingkungan di Area Stadion. Namun PSSI menegaskan panduan tersebut masih bisa berubah karena belum final.

Pakai Masker Gambar Kumis, Wali Kota Solo Kembali Bikin Heboh

“Masih berbentuk draf. Ini kami buat berdasarkan permintaan dari klub pada saat pertemuan virtual beberapa waktu lalu,” ujar Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi dilansir Detik.com.

PSSI ingin memastikan semua pihak yang terlibat saat kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 bergulir aman dari virus corona. “Masih dibicarakan di internal PSSI. Namun memang dr. Syarif Alwi [dokter Timnas] sudah memperbolehkan untuk menyebarkan sebagai sosialisasi kepada klub untuk dimintai masukan,” imbuh Direktur Teknik Timnas, Indra Sjafri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho