Gilang Ginarsa (menghadap ke depan) memperhatikan instruksi Vincenzo Alberto Annese (memakai topi) saat latihan tim PSIS di Lapangan Terang Bangsa, Semarang, Kamis (12/4/2018). (Solopos/Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG – Kondisi dilematik tapi apik kerap dialami klub-klub Liga 1 Indonesia yang menggunakan jasa pelatih asing atau dari luar negeri. Hal itu pulalah yang dialami PSIS Semarang saat mengarungi kompetisi Liga 1 musim ini bersama pelatih asal Italia, Vincenzo Alberto Annese.

Bersama Vincenzo, para pemain PSIS Semarang jadi memiliki pengalaman seperti para pemain klub top Eropa yang dibesut pelatih berlisensi UEFA Pro. Di sisi lain, perbedaan bahasa terkadang menjadi kendala komunikasi antara pemain dan pelatih.

Untuk permasalahan bahasa itu, PSIS Semarang sudah punya solusinya. Di tim berjuluk Mahesa Jenar itu ada satu pemain yang fasih berbahasa Inggris sehingga kerap menjadi penerjemah atau penghubung komunikasi antara Vincenzo dengan para pemain, terutama saat latihan.

Pemain itu tak lain adalah Gilang Ginarsa. Mantan pemain Arema Indonesia kerap menjadi penerjemah bagi rekan-rekannya dalam memahami instruksi dari Vincenzo, terutama saat latihan.

 “Sebenarnya saya enggak jago banget berbahasa Inggris. Cuma kan bahasanya sepak bola itu mudah dipahami, jadi apa yang masuk dari dia, saya sampaikan ke teman-teman,” ujar Gilang saat dijumpai Semarangpos.com seusai latihan di Lapangan Terang Bangsa, Semarang, Kamis (12/4/2018).

Gilang memang cukup fasih berbahasa Inggris. Sejak mengawali karier sebagai pesepak bola profesional di Pelita Jaya pada 2009 lalu, Gilang sudah kerap mendapat polesan pelatih dari luar negeri, yang selalu menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi.

Selain itu, saat duduk di bangku SMP pemain berusia 29 tahun itu juga senang dengan pelajaran bahasa Inggris. “Kebetulan guru bahasa Inggris saya di SMP sama dengan saat SMA. Jadi dekat dan kalau ada apa-apa, saya yang selalu dimintai tolong. Dari situ, saya senang dengan bahasa Inggris,” cerita Gilang.

General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto, mengaku sebenarnya manajemen sudah sejak awal  menyediakan jasa translater bagi Vincenzo. Orang itu tak lain mantan striker PSIS Semarang berkebangsaan Argentina, Julio Alcorse.

“Namun, saat itu Vincenzo menolak menggunakan jasa translater. Ia bilang sepak bola adalah bahasa yang universal. Kalau di tengah perjalanan, ia akhirnya memilih Gilang justru bagus. Itu membuat komunikasi antara pemain dan pelatih menjadi lebih lancar,” terang pria yang akrab disapa Liluk itu. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten