Libur Panjang Iduladha, Tiket Kereta Api Diburu
Ilustrasi tiket kereta api (JIBI/Solopos/Dok)

Tiket kereta api diburu menjelang libur panjang Iduladha 2017.

Solopos.com, SOLO -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI/Yogyakarta mengoperasikan lima kereta api (KA) tambahan untuk melayani lonjakan permintaan selama long weekend. Penambahan kursi yang disediakan mencapai 3.000 kursi.

Corporate Communication Manager PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, menyampaikan saat libur panjang biasanya tiket KA memang selalu diburu masyarakat. Oleh karena itu, ada penambahan lima KA, yakni KA Argo Lawu dan KA Argo Dwipangga dengan rute Solo-Jakarta, KA Taksaka rute Jogja-Jakarta, KA Sancaka rute Jogja-Surabaya, dan KA Ekonomi Mataram Premium rute Lempuyangan-Pasar Senen, Jakarta.

Operasional KA tambahan itu dimulai Rabu (30/8/2017) hingga Senin (4/9/2017). Penambahan rute hanya untuk Jakarta dan Surabaya karena permintaan dari dan menuju dua kota tersebut sangat tinggi.

“Saat ini lonjakan penumpang sudah mulai terlihat di stasiun meski belum signifikan. Prediksi penumpang akan tetap ramai hingga Senin pagi untuk yang tidak dapat tiket Minggu,” ungkap Eko saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Menurut dia, hingga saat ini penjualan tiket KA mencapai sekitar 95% dari total kursi yang disediakan. Tak hanya KA reguler dan KA tambahan yang diburu, tiket KA wisata yang dioperasikan setiap akhir pekan pun diminati masyarakat.

Penjualan tiket KA rata-rata habis terjual karena lebih nyaman meski tarif lebih tinggi. Bagi yang belum mendapat tiket bisa datang ke stasiun untuk mendapat informasi jika ada penumpang yang membatalkan tiket.

“Prediksi selama libur Iduladha ini ada lonjakan sekitar 6% dari penumpang normal karena penumpang KA sesuai dengan jumlah tempat duduk,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan jumlah penumpang KA lokal juga akan melonjak. Namun, karena armadanya terbatas, penambahan tidak akan terlalu banyak mengingat setiap harinya penumpang Prameks sudah banyak.

Sementara itu, General Manager (GM) Garuda Indonesia Branch Office Solo, Aryo Wijoseno, mengungkapkan penjualan tiket hingga saat ini cenderung masih stabil dengan load factor atau tingkat keterisian 60%-70%. “Di Solo itu lonjakan biasanya baru diketahui H-1 keberangkatan. Namun, biasanya libur panjang tetap ada lonjakan,” kata dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom