Libur Panjang Hari Pertama, 6.009 Orang Serbu Objek Wisata di Klaten
Pengunjung berenang di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Kamis (29/10/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah objek wisata di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sudah dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 mulai didatangi pengunjung pada libur panjang pekan ini.

Setidaknya, ada 19 objek wisata di Klaten yang sudah dibuka untuk umum setelah sempat tutup gegera ada pandemi Covid-19.

Pada hari pertama libur panjang dalam rangka cuti bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/10/2020), total pengunjung di belasan objek wisata itu mencapai 6.009 orang. Jumlah kunjungan terbanyak berada di Candi Prambanan yang tercatat sebanyak 2.040 pengunjung pada Rabu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan ada tim pemantauan dari Disparbudpora yang selama libur panjang kali ini mendatangi objek wisata. Tujuannya untuk memastikan protokol kesehatan sudah diterapkan masing-masing pengelola objek wisata termasuk para pedagang kaki lima.

"Pada hari pertama pemantauan memang sebagian objek wisata belum buka. Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pengelola objek wisata. Pengelola siap mematuhi dan mengedukasi semua yang ada di objek wisata termasuk para PKL wajib menyediakan tempat cuci tangan dan memberikan penyadaran kepada pengunjung tentang protokol kesehatan,” kata Nugroho saat dihubungi Solopos.com, Kamis (29/10/2020).

Hat-Trick Aneh Alvaro Morata, Bikin 3 Gol Tapi Dianulir Semua

Kabid Pariwisata Disparbudpora Klaten, Ety Pusparini, juga menjelaskan pada hari pertama libur panjang sudah objek wisata yang dibuka untuk umum. "Hanya saja untuk jumlah pengunjung belum begitu banyak," kata Rini.

Rini juga menjelaskan sebelumnya perwakilan pengelola objek wisata di Klaten sudah diberikan sosialisasi agar wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu juga sudah diatur dalam surat edaran (SE) yang menjadi rujukan untuk pembukaan objek wisata hal itu termasuk bagi objek wisata air.

Secara umum, protokol kesehatan itu yakni wajib menyediakan sarana dan prasarana untuk penerapan dan pengawasan protokol kesehatan. Protokol lain yakni membatasi jumlah pengunjung secara bertahap mulai 20 persen hingga 50 persen dari kapasitas.

"Oleh karena itu, ada petugas dari pariwisata yang mengecek langsung apakah seluruh ketentuan protokol kesehatan itu sudah dipatuhi oleh pengelola objek wisata atau belum," kata Rini.

Umbul Ponggok

Salah satu objek wisata yang sudah buka untuk umum yakni Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo. Objek wisata air yang dikelola melalui Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tirta Mandiri Ponggok itu mulai dengan menggelar uji coba pada Selasa (27/10/2020) atau buka lagi setelah lebih dari tujuh bulan tutup.

Pemberian izin objek wisata air termasuk Umbul Ponggok dibuka untuk umum seiring keluarnya SE yang ditanda tangani penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, terntang pembukaan objek wsiata tirta pada masa pandemi Covid-19.

Saat uji coba digelar atau Selasa, ada sekitar 99 pengunjung di Umbul Ponggok. Pada Rabu (28/10/2020), jumlah pengunjung sekitar 330an orang. Sementara, pada Kamis (29/10/2020) siang, jumlah pengunjung sudah mencapai 300an orang.

Marketing Umbul Ponggok, Agus Santosa, memastikan protokol kesehatan diterapkan di Umbul Ponggok. Setiap pengunjung wajib mencuci tangan mereka, melewati pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker, serta mengisi data diri dan riwayat kesehatan serta perjalanan sebagai self assessment atau penilaian mandiri. Pengunjung juga diwajibkan mandi terlebih dahulu sebelum berenang.

Tipu dan Kuras Duit Pacar di Solo hingga Ratusan Juta, Warga Tangsel Dibui

Protokol lain yakni melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi objek wisata saban pagi dan sore. Ada pembatasan jumlah pengunjung yang berada di dalam objek wisata. Jumlah maksimal pengunjung dalam satu waktu di dalam lokasi yakni sekitar 300 orang.

Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata pengunjung saban harinya sebelum ada pandemi Covid-19 antara 500 orang hingga 1.000 orang.

Lantaran ada pembatasan, pengelola melakukan sistem buka-tutup pintu masuk ketika ada lonjakan pengunjung. Seperti yang dilakukan pada Kamis. Sejumlah pengunjung selama beberapa menit tertahan di pintu dan masuk secara bertahap seiring pengunjung lainnya keluar dari objek wisata.

Pasalnya, di dalam objek wisata sudah ada sekitar 300 orang.

Selain mengatur jumlah pengunjung yang masuk ke objek wisata, pengelola juga mengarahkan tempat duduk atau ruang tunggu pengunjung terutama mereka yang datang rombongan.

Pengunjung juga berulang kali diminta menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mengenakan masker ketika di ruang tunggu serta diimbau tak meludah di kolam renang.

Agus mengakui cukup kerepotan mengoordinir para pengunjung yang datang di masa pandemi Covid-19 ini. Para pengelola harus mondar-mandir mengontrol kapasitas serta mencari ruang-ruang tunggu yang sudah kosong untuk pengunjung lainnya yang baru berdatangan. Belum lagi mengawasi penerapan protokol kesehatan.

"Tetapi ini, sudah menjadi konsekuensi bagi kami agar protokol kesehatan itu benar-benar bisa diterapkan dan tidak timbul permasalahan di kemudian hari," kata Agus.

Pengunjung

Salah satu pengunjung, Hamid, 39, mengaku tak masalah jika harus mematuhi serangkaian protokol kesehatan pencegahan Covid-19 termasuk sempat tertahan di pintu masuk sekitar 10 menit.

"Biasa, tidak masalah kalau harus seperti itu. Kami ingin bersenang-senang tetapi juga ingin tetap sehat," kata pengunjung dari Boyolali itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom