Libur Lebaran, Kunjungan ke Gunung Kemukus Tembus 18.314 Wisatawan

Disparpora Sragen semringah dengan tingkat kunjungan wisatawan di empat objek wisata milik Pemkab Sragen selama libur lebaran. Salah satunya di Gunung Kemukus.

 Kondisi arus lalu lintas macet di sekitar Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, macet total, Rabu (4/5/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Kondisi arus lalu lintas macet di sekitar Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, macet total, Rabu (4/5/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Jumlah kunjungan di empat objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen selama libur Lebaran 2022 cukup menggembirakan. Kunjungan wisatawan di Gunung Kemukus mencapai 122,09% dari target. Pemkab menargetkan 15.000 kunjungan selama delapan hari libur Lebaran, ternyata terealisasi sampai 18.314 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen, Yuniarti, mengatakan kunjungan wisatawan di objek wisata pelat merah selama libur Lebaran sesuai harapan. Disparpora segera mengupayakan program lanjutan agar tingkat kunjungan wisatawan tetap tinggi untuk seterusnya dengan pengembangan-pengembangan.

PromosiJake Daniels dan Para Pesepak Bola Gay dalam Pusaran Liga Inggris

Ada empat objek wisata milik Pemkab Sragen, yakni Gunung Kemukus atau New Kemukus, Museum Sangiran, Pemandaian Air Panas Bayanan, dan Kolam Renang Kartika Sragen.

“Rencana pengembangan itu seperti kolam ikan di Bayanan akan diperluas dan akan dibuat kolam bermain anak-anak. Kami akan menggandeng pihak ketiga untuk mengisi wahana di Bayanan,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga: Rekor! Wisatawan The New Kemukus Sragen Tembus 3.609 Orang

Kemudian di New Kemukus akan ada tambahan pembangunan empat lokasi lagi bila mendapatkan anggaran dari pusat. Sementara Kolam Renang Kartika tahun ini direnovasi.

Tingkat kunjungan di Museum Sangiran, Kalijambe, Sragen, selama libur Lebaran, 1-8 Mei 2022, mencapai 10.949 orang. Jumlah kunjungan wisatawan itu terbanyak kedua setelah New Kemukus. Kemudian disusul Bayanan sebanyak 4.301 orang dan Kolam Renang Kartika sebanyak 501 orang.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Kalijambe, Sragen, Iskandar Mulia Siregar, menyampaikan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran cukup bagus. Iskandar sempat memantau langsung kunjungan wisatawan di Museum Sangiran sampai dua kali selama libur Lebaran.

Baca Juga: Wisata New Kemukus Kalahkan Sangiran, Ternyata Ini Penyebabnya

Jumlah kunjungan Museum Sangiran, ujar dia, pasti lebih sedikit dibandingkan New Kemukus. Pasalnya, museum itu wisata minat khusus sehingga pengunjungnya terseleksi.

“Mungkin juga karena selama dua tahun tutup sehingga banyak warga yang belum mengetahui informasinya,” katanya.

“Pengunjung Museum Sangiran itu khusus, yakni untuk peneliti, mahasiswa, dan pelajar. Jadi Museum Sangiran tidak didesain untuk mass tourism. Museum Sangiran hanya untuk kalangan tertentu yang berminat tentang museum. Wisata museum itu lebih pada wisata edukasi,” imbuh Iskandar.

Baca Juga: Wisatawan The New Kemukus Membeludak, Bu Camat Ikut Atur Lalu Lintas

Ia mengatakan selalu ada perbaikan dan pengembangan di Museum Sangiran setiap tahun. Seperti pada 2021 lalu ada perbaikan ruang pameran dua dan masih lanjut di 2022. Pada tahun ini pula ada pembuatan video mapping di Krikilan, menyusul pembuatan ruang pamer di klaster lainnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Ratusan Jiwa di Jawa Tengah Dipasung Karena Alasan Malu dan Aib

+ PLUS Ratusan Jiwa di Jawa Tengah Dipasung Karena Alasan Malu dan Aib

Sepanjang 2021, jumlah warga di Jawa Tengah yang hidup terkungkung dan dipasung karena mengalami gangguan jiwa mencapai 390 orang, oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu atau aib keluarga dan tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

Berita Terkini

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).