Kategori: Kota Jogja

LIBUR AKHIR TAHUN : Wisatawan Melonjak, Jogja Kekurangan Kantong Parkir Bus


Solopos.com/I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja

Bus parkir sembarangan sebabkan macet.

Solopos.com, JOGJA--DIY kekurangan area parkir bus wisata. Akibatnya, bus parkir sembarangan di bahu jalan dan menyebabkan kemacetan sepanjang libur Natal dan Tahun Baru kali ini.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, melalui Dinas Perhubungan, mengaku kesulitan mengendalikan kemacetan di Malioboro dan sekitarnya. Bus-bus yang kerap parkir di pinggir jalan diduga sebagai penyebab utama kepadatan, dengan ditambah tujuan utama wisatawan memang sebagian besar tertuju pada ikon Jogja tersebut.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Hari Agus Triyono mengatakan untuk parkir bus, diakuinya memang kekurangan lahan. Dinas Perhubungan DIY juga belum bisa memberikan dukungan yang berarti. Sejauh ini, parkir bus memang hanya tersedia di beberapa titik seperti Taman Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, Ngabean dan Senopati.

Karena lahan parkir yang terbatas, ucapnya, maka beberapa bus yang tidak dapat jatah, kemudian memilih parkir di bahu jalan. Akhirnya jalanan jadi tambah padat karena badan bus yang sedemikian besar telah menganeksasi hak kendaraan lain.Agus belum tahu pasti apakah bus yang parkir di bahu jalan ini patut diberi sanksi atau tidak.

“Kalau kawasan itu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Kota Jogja. Saya tidak tahu apakah hal tersebut diperbolehkan dalam situasi-situasi tertentu. Tapi kadang warga yang melapor ke Dinas Perhubungan karena terganggu. Mereka kadang tidak bisa keluar masuk gang karena tertutup bus," ungkap Agus Triyono, Selasa (26/12/2017).

Baca juga : LIBUR AKHIR TAHUN : Pemerintah DIY Kewalahan Atasi Macet di Malioboro

Untuk mengurai kepadatan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2018, Dinas Perhubungan DIY memakai strategi memperlama dan mempercepat lampu merah. Agus mengatakan, beberapa lampu lalu lintas di Kota Jogja seperti simpang Gondomanan, Ngabean, Rumas Sakit PKU Muhammadiyah, dan Wirobrajan, durasi lampu merahnya diperpanjang.

Sementara lampu lalu lintas yang terdapat di wilayah-wilayah perbatasan macam Prambanan (sampai Bandara Internasional Adisutjipto) dipercepat. Hal tersebut dilakukan supaya kendaraan tidak terlalu numpuk di pusat kota.

Share
Dipublikasikan oleh
Bhekti Suryani