Kategori: Sleman

LIBUR AKHIR TAHUN : Wisatawan di Sleman Membludak, Objek Mana Paling Favorit?


Solopos.com/Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja

Daya tarik wisata di Sleman masih menghipnotis wisatawan pada libur akhir tahun ini

Solopos.com, SLEMAN- Daya tarik wisata di Sleman masih menghipnotis wisatawan. Tidak hanya Sleman Timur, kawasan strategis wisata di wilayah Utara juga tak kalah menarik.

Baca juga : LIBUR AKHIR TAHUN : 2.500 Wisatawan Padati Tebing Breksi

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Senin (25/12/2017) ribuan wisatawan harus rela mengantri di jalan sepanjang Kaliurang. Kepadatan kendaraan di ruas jalan tersebut cukup tinggi. Bahkan beberapa titik terjadi antrian panjang untuk kedua sisinya. Seperti terlihat di Jalan Kaliurang KM 16.

Selain menuju kawasan Kaliadem, Umbulharjo dan The Lost World Castel, Kepuharjo, Cangkringan, wisatawan juga tidak sedikit yang mengunjungi lokasi wisata di Kaliurang maupun Merapi Park di Hargobinangun.

Pelaku wisata jeep Bambang "Babe" Sugeng mengatakan, penggunaan jasa jeep naik tiga kali lipat. Rata-rata satu jeep mengangkut empat penumpang. Bila di lokasi tersebut terdapat 700 unit jeep, maka setidaknya ada 8.400 orang wisatawan yang menggunakan jasa jeep.

"Rata-rata jeep tiga kali trip, biasanya satu atau dua kali trip, jadi naik tiga kali lipat dalam sehari," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (25/12/2017).

Ayung, pengelola The Lost World Castle juga merasakan antusiasme tinggi kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut. Jika pada hari normal destinasi wisata itu dikunjungi 100 orang perhari, maka pada libur Natal kali ini jumlah pengunjung sekitar 1.000 orang. "Naik 10 kali lipat," katanya.

Di sisi Timur Sleman, Obwis Taman Breksi juga tak kalah pamornya. Lokasi wisata yang saat ini jadi primadona dan mendapat penghargaan destinasi wisata baru terpopular dari Kemenpar tahun ini juga dipadati pengunjung. Tak tanggung-tanggung, kenaikan kunjungan ke lokasi ini sekitar 300% dibanding hari biasanya.

"Pengunjung hari ini [kemarin] lebih dari 7.000 orang. Kalau weekend biasa kunjungan sekitar 4.000 orang dan harian antara 1.000 hingga 1.500 orang," kata Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi, Kholik Widiyanto.

Menurut Khalik, larangan bus besar naik ke Breksi tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung. Pihaknya menyediakan shuttle untuk wisatawan yang naik bus besar. Sementara bus wisatawan diparkir di pintu masuk pinggir Jalan Piyungan - Prambanan.

"Dari lokasi shuttle sampai Breksi jaraknya sekitar 4 km.  Mereka ditarik Rp15.000 per orang sudah termasuk masuk Breksi. Jadi untuk masuk Breksi yang ngurus sudah operatore shuttle," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Nina Atmasari