Lezatos! Sambal Tumpang Sorsi Kuliner Andalan di Sragen, Cuma Rp5.000 Hlo

Saat berkunjung ke Kabupaten Sragen jangan sampai melewatkan kuliner legendaris, sambal tumpang sorsi yang murah dan lezat.

 Sambal tumpang sorsi khas Sragen. (Youtube/Dyodoran)

SOLOPOS.COM - Sambal tumpang sorsi khas Sragen. (Youtube/Dyodoran)

Solopos.com, SRAGEN — Saat Anda berkunjung ke Kabupaten Sragen bisa mencoba kuliner legendaris khas yakni sambal tumpang sorsi. Kuliner lezat dan murah ini dapat dijumpai di Pasar Bunder, Megero, Kecamatan Sragen, Sragen.

Warung yang berdiri sejak tahun 1990-an selalu dikunjungi penikmat kuliner di Sragen. Untuk menikmati nasi tumpang yang lezat ini cukup merogoh kocek Rp5.000. Warung ini buka mulai pukul 14.00 WIB dan hingga 00.00 WIB. Namun, untuk menu bubur tumpang biasanya sudah habis pada waktu magrib.

Baca Juga: Pecel Tawangmangu, Kuliner Sehat Kombinasi 11 Sayuran Segar yang Lezat

Pemilik Warung Tumpang Sorsi, Ibu Heru, menyebut menu-menu di warungnya yakni tumpang trancam, tumpang pecel, garangasem, dan soto. Menu yang menjadi favorit  tentu bubur dengan sambal tumpang.

Kuliner tumpang menggunakan tempe semangit atau tempe yang sudah berbau menyengat, santan, cabai, bawang putih, bawang merah dan rempah-rempah lain. Cara penyajian kuliner sambal tumpang sorsi ini menggunakan piring yang dilapisi daun pisang. Untuk lauk di warung ini sudah menyediakan aneka gorengan dan varian satai untuk menemani menyantap nasi tumpang seperti di video akun Youtube Dyodoran berjudul Murah Cuma 5 Ribu Nasi Tumpang Sorsi Sragen, (22/2/2021).

Baca Juga: Gurihnya Camilan Kepelan Khas Pedan Klaten yang Gurih dan Nagih

Kuliner tumpang ini berisi daun pepaya, tauge, dan tahu yang diguyur sambal tumpang yang hangat. Rasa kuliner dari Sragen ini gurih, pedas, dan tempe semangitnya sangat berasa. “Semlidhut lezatos kotos-kotos tambah mbledhos, tekstur dari kuah tumpengnya itu kental, hampir mirip sama kuah pecel cuma dia [sambal tumpang] lebih lembut,” kata pemilik channel Youtube tersebut.

Beberapa netizen pun rindu dengan kuliner Sragen ini setelah melihat video Youtube Dyodoran. “Sambal tumpang sorsi, legend dadi Sragen,” komentar pengguna Youtube, Jetto.

Baca Juga: Becek Kerbau, Kuliner Lezat dan Super Empuk Khas Grobogan

Enak banget itu, arrrgghh jadi pengin pulang ke Sragen,” tulis pengguna Youtube, Niken Rahutami.


Berita Terkait

Berita Terkini

Pengumuman! Keraton Solo Kembali Tiadakan Gerebeg Maulud, Ini Alasannya

Keraton Solo tahun 2021 ini kembali meniadakan acara Grebeg Maulud untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pamit ke Sawah, Nenek-nenek di Sragen Tersambar Kereta Api

Nenek dari Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Hartini, 69, ditemukan meninggal diduga tersambar KA saat pergi ke sawah pada Senin (18/10/2021).

Muncul Klaster PTM di Solo, Ini Tanggapan Gibran

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di Solo tak terganggu dengan kasus Covid-19 di sejumlah sekolah.

Puting Beliung Terjang Gantiwarno, 5 Rumah Rusak

Sebanyak 5 rumah di Dukuh Sangiran, Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno rusak setelah diterjang puting beliung, Senin (18/10/2021) pukul 16.00 WIB.

Klaster PTM Solo Berkembang ke 5 SD, 47 Warga Sekolah Positif Covid-19

Sedikitnya 47 siswa dan pengajar SD di Kota Solo terpapar Covid-19 dalam masa pembelajaran tatap muka (PTM).

4 Peserta CPNS Sukoharjo Diundang Ujian Susulan, Ini Penyebabnya

Sebanyak empat orang peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sukoharjo diundang untuk mengikuti ujian susulan pada Rabu (20/10/2021) dan Minggu (31/10/2021).

Perlintasan KA Bedowo Sudah Berpintu Palang, Tapi Tak Ada yang Jaga

PT KAI telah memasang pintu palang di perlintasan KA Bedowo, Sragen. Sayangnya, pintu palang itu tak berfungsi lantaran tak ada petugas yang mengoperasikannya.

2022, Pemkab Karanganyar Usul Tambah 718.000 Tabung Melon

Kabupaten Karanganyar mengusulkan tambahan 718.000 tabung elpiji bersubsidi pada 2022.

Jatuh Bangun Menjaga Nyala Para Pendamping ADS

Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada perkembangan ADS, para orangtua pendamping harus melakukan berbagai upaya untuk menjaga anak-anak mereka di tengah minimnya layanan fisioterapi.

Siapkan Hadiah Untuk Atlet, Dispora Sukoharjo Rahasiakan Wujudnya

Dispora Sukoharjo merahasiakan hadiah bagi atlet asal Sukoharjo yang berprestasi di PON XX Papua.

Sudah 20 Kali Naik Haji, Ini Komentar Pimpinan KBIH Solo soal Dana Haji

Dari pengawasan yang dilakukan DPR, dapat dipastikan tidak terdapat penggunaan dana haji untuk membiayai proyek infrastruktur pemerintah.

Asosisasi Penghulu Sragen Bicara Keabsahan Nikah Siri, Kesimpulannya?

Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sragen mengatakan lembaga pemerintah tidak bisa menerbitkan atau menyimpulkan pernikahan siri.

Muncul Klaster PTM di 4 SD di Solo, PTM di Sekolah Lain Jalan Terus

Muncul klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di empat SD di Kota Solo. Pemkot Solo memastikan PTM di sekolah lain akan terus berjalan.

Kejayaan Kol Kuning di Era 90-an, Warga Klaten Rindu Bergelantungan

Warga Klaten berharap kol kuning yang menjadi transportasi umum primadona di Kabupaten Bersinar era 1990-an hingga 2000-an dihidupkan lagi dengan wajah baru.

Sopir Kelelahan, Ertiga Nyungsep Perkebunan Tawangmangu

Supir Suzuki Ertiga lebih dulu mengantuk dan mengalai kecelakaan di Tawangmangu sebelum dapat tempat yang nyaman untuk istirahat.