Tutup Iklan

Lezatnya Tiwul Lava Merapi, Ada yang Meleleh

Tepatnya di seputaran Candi Borobudur, di Desa Bumen, pasangan suami istri Mura Aristina dan Linda Purwaningsih membuat sajian tiwul dengan penampilan kekinian, yaitu tiwul lava.

 Tiwul Lava Merapi (Sumber: Beritamagelang.id)

SOLOPOS.COM - Tiwul Lava Merapi (Sumber: Beritamagelang.id)

Solopos.com, MAGELANG — Tiwul adalah makanan olahan dari tepung gaplek yang menjadi makanan khas masyarakat pedesaan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Makanan ini biasanya dijadikan pengganti beras sebagai makanan pokok masyarakat pedesaan. Namun di Kabupaten Magelang, tiwul diolah menjadi terlihat seperti hidangan bintang lima.

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (15/10/2021), tepatnya di seputaran Candi Borobudur, di Desa Bumen, pasangan suami istri Mura Aristina dan Linda Purwaningsih membuat sajian tiwul dengan penampilan kekinian, yaitu tiwul lava.

Pasangan suami istri ini menyajikan tiwul yang bentuknya seperti gunung dan dibagian tengahnya dilubangi dan diberi saus gula merah atau dalam Bahasa Jawa disebut juruh. Juruh inilah yang dianggap sebagai lava karena berwarna merah pekat seperti lahar dari gunung berapi yang erupsi.

Baca Juga: Wisata Lembah Nirwana, Terasa Seperti di Surga

Pasanganan mengatakan bahwa inspirasi membuat tiwul lava ini terinispirasi dari Gunung Merapi yang mengeluarkan lahar saat erupsi. Karena itulah nama ’Merapi’ diberikan sehingga nama makanannya menjadi Tiwul Lava Merapi.

Ide membuat panganan ini muncul sejak tahun lalu saat pandemi Covid-19 berimbas pada pelaku pariwisata di Candi Borobudur. Mura juga menjadi salah satu yang terdampak namun Mura dan istrinya tidak selamanya merenungi nasib, mereka mencoba untuk mencari ide-ide baru supaya tetap bertahan. Hingga akhirnya munculah ide tiwul yang dibuat unik. Pemilihan tiwul ini dikarenakan di kampung halaman sang istri, yaitu di Gunung Kidul, DIY, yang mana menjadi makanan sehari-hari warga.

Tantangan terbesar bagi Mura dan Linda membuat panganan tiwul unik ini adalah saat mengolah singkong menjadi tepung karena harus dipisahkan antara tepung yang keras dan yang lembut, Tepung yang keras dibuang sedangkan yang lembut digunakan untuk diolah menjadi tiwul lava Merapi. Untuk memasaknya tidak membutuhkan waktu lama karena hanya butuh 10 menit saja.

Baca Juga: Gobyos! Cuaca Panas Ekstrem Melanda Jateng & Jogja

Meskipun yang disorot adalah Tiwul Lava dengan isi juruh, varian rasa lain juga tersedia, seperti coklat keju dan ada juga yang dicampur dengan pisang. Harganya sangat terjangkau, tiwul dengan rasa juruh dijual dengan harga Rp15.000, coklat keju dengan harga Rp17.000, coklat Rp15.000 dan keju Rp15.000. Sedangkan yang dicampur pisang dihargai Rp20.000

Linda mengatakan bahwa dalam sehari bisa menjual tiwul kreasi baru ini sebanyak 20 bungkus dan bungkusnya berupa keraton atau besek. Tiwul lava Merapi ini juga dijual di toko oleh-oleh dan juga dijual daring melalui media sosial.

Dilkutip dari Wikipedia, tiwul adalah makanan pokok pengganti nasi yang terbuat dari ketela pohon atau singkong. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah dari beras namun kandungan di dalamnya cukup untuk memenuhi asupan sehari-hari.

Baca Juga: Gawat! Demak Diperkirakan Tenggelam 20 Tahun Lagi

Tiwul pernah digunakan untuk makanan pokok sebagian penduduk Indonesia pada masa penjajahan Jepang dan sekarang tiwul dibuat jadi tiwul instan, atau tanpa digeprek. Namun masyarakat pedesaan lebih memilih yang organik karena memiliki cita rasa yang berbeda.

Sementara itu,  di Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap dikenal penganan serupa yang disebut oyek. Meskipun sama-sama berasal dari gaplek, kedua jenis makanan ini berbeda dalam proses pembuatannya, sehingga rasanya pun sedikit berbeda.


Berita Terkait

Berita Terkini

Rahasia Kelezatan Nasi Kropokhan, Santapan Favorit Sultan Demak

Nasi Kropokhan adalah makanan khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makanan ini dipercaya sebagai menu favorit raja-raja masa Kesultanan Demak.

Mitos Pohon Walitis Raksasa, Bekas Tancapan Tongkat Ki Ageng Makukuhan

Nama Walitis berasal dari dua kata, yaitu wali dan titis yang berarti pohon tersebut adalah titisan seorang wali, tokoh penyebar agama Islam di Jawa.

Hujan dan Angin Kencang Landa Grobogan, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang ke jalan dan rumah.

Mantap! Ikut Vaksinasi, Warga Kudus Dapat Sepeda Motor

Vaksinasi berhadiah digelar di Kabupaten Kudus dengan hadiah berupa sepeda motor agar warga terdorong untuk menerima vaksin Covid-19.

Innalilahi! 10 Bulan, 150 Orang di Cilacap Tewas, Ini Pemicunya

Sebanyak 150 orang meninggal dunia di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) dalam kurun waktu 10 bulan, Januari-Oktober 2021 akibat kecelakaan lalu lintas.

Waduh! Giliran Kantor DPRD Jateng Digeruduk Anggota Pemuda Pancasila

Massa Ormas Pemuda Pancasila mendatangi Kantor DPRD Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (26/11/2021).

Tol Semarang-Demak Seksi II Ditarget Rampung 28 Oktober 2022

Pembangunan Tol Semarang-Demak seksi II, ruas Sayung-Demak, ditarget selesai atau bisa digunakan mulai 28 Oktober 2022.

Jelajahi Desa Sejahtera Astra Temanggung, Produsen Kopi dan Wisata Alam

Sejak dibina Astra tahun 2018, jumlah masyarakat terpapar program DSA hingga tahun 2021 mencapai 5.500 orang dari hanya sekitar 200 orang pada tahun 2018.

Pengembala Kambing di TPA Ngembak Grobogan Temukan Mayat Bayi

Seorang pengembala kambing menemukan jenazah bayi laki-laki di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Diringkus! Komplotan Pembobol Brankas Kantor di Jateng, Gasak Rp1,3 M

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng meringkus komplotan spesialis pembobol brankas yang telah beraksi di empat lokasi dan menggasak uang yang totalnya mencapai Rp1,3 miliar.

Hendak Ditangkap Polisi, Suami Bunuh Istri di Tegal Pilih Bunuh Diri

Tak mau ditangkap polisi setelah bunuh istri, suami di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), memilih menghabisi nyawanya sendiri atau bunuh diri.

Ndas Borok Kuliner Khas Temanggung, Lezat Tak Seburuk Namanya

Salah satu kuliner unik khas Temanggung, Jawa Tengah, adalah Ndas Borok, yang terbuat dari campuran singkong, kelapa parut, dan gula merah.

Bukit Gendol, Gunung Api Purbakala di Lereng Merapi

Bukit Gendol merupakan gunung api purba di lereng Merapi yang berlokasi di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Bajingan, Kuliner Unik Temanggung

Bajingan adalah kuliner unik nan khas dari Temanggung yang sangat enak dengan tekstur halus dan rasa yang manis.

Mitos Ratu Kalinyamat & Larangan Pria Kudus Nikahi Wanita Jepara

Legenda Ratu Kalinyamat dikaitkan dengan mitos larangan menikah antara wanita Jepara dengan pria Kudus.

Menang Lawan Persika, Pemain PSISa Digelontor Bonus

Para pemain PSISa Salatiga digelontor bonus berupa uang tunai seusai menundukkan Persak Karanganyar dalam laga lanjutan Liga 3 Zona Jateng.