Tutup Iklan
Lempari Sarang dengan Kerikil, 4 Siswa SMP Trucuk Klaten Disengat Tawon Vespa
Kepala SMPN 1 Trucuk, Titin Windiyarsih (kiri) saat menunjukkan pohon cemara yang sempat terdapat sarang tawon di kompleks sekolahnya, Selasa (21/1/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Empat siswa SMPN 1 Trucuk Klaten diserang tawon vespa affinis, Senin (20/1/2020) pagi. Kejadian tragis itu terjadi akibat salah satu dari empat siswa itu iseng melempar sarang tawon dengan kerikil.

Sarang tawon itu menggantung di dahan pohon cemara di depan ruang kelas IX E dan IX F. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, serangan tawon sekitar pukul 09.45 WIB.

Waktu itu, para siswa sedang beristirahat. Sementara sejumlah guru mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten terkait penerima tunjangan profesi guru.

Pada saat itu, salah seorang siswa kelas IX E, Bayu Setiaji, melihat ada sarang tawon vespa affinis di pohon cemara di depan kelasnya. Pohon cemara itu tingginya sekitar 2,5 meter.

Keberadaan sarang tawon tersebut sempat mengagetkan warga sekolah lainnya. Sebab, sarang itu berada di lingkungan yang bersih. Belum diketahui pasti, berapa lama koloni tawon itu membuat sarang berdiameter 35 cm di pohon cemara.

Saat melempari sarang tawon dengan kerikil, Bayu Setiaji ditemani tiga teman lainnya, yakni Muhammad Ilham, Khoirul Ikbal, dan Fais Munandar. Koloni tawon vespa itu langsung keluar setelah sarangnya dilempar kerikil.

Sejumlah tawon langsung menyerang Bayu Setiaji cs sampai masuk ke ruang kelas yang berjarak dua meter dari pohon cemara. Kejadian ini juga menggemparkan siswa lainnya di kelas IX E dan IX F yang lokasinya berdekatan.

Akibat serangan tawon itu, Bayu Setiaji terluka sengat di bagian telinga dan tangan. Muhammad Ilham disengat di tangan. Fais Munandar disengat di bagian kepala. Sedangkan Khoirul Ikbal disengat di tangan. Keempat siswa itu sempat mengalami mual, pusing, dan panas di bagian tubuh yang disengat tawon.

“Setelah kejadian itu, keempat anak segera dibawa ke rumah sakit [diobservasi di Klinik Nova Medika di Wanglu, Trucuk]. Kami juga melaporkan ke orangtua pasca-kejadian itu. Setelah dirasa baik, para siswa boleh pulang dari rumah sakit,” kata Kepala SMPN 1 Trucuk, Titin Windiyarsih, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (21/1/2020).

Titin Windiyarsih mengatakan ketiga siswa yang tersengat tawon tetap mengikuti jam pelajaran sehari pasca-disengat tawon. Sedangkan seorang siswa, yakni Fais Munandar tidak masuk sekolah.

“Meski ada satu siswa yang tak masuk, tapi kondisinya relatif bagus. Kami sudah mengecek kondisi di lingkungan sekolah, sarang tawon hanya di pohon cemara itu. Senin (20/1/2020) malam sudah dimusnakan sukarelawan di tingkat kecamatan. Kami pun tak tahu pasti, sejak kapan sarang itu berada di pohon cemara. Setelah ini, kami akan sosialisasikan ke siswa agar tak mengganggu sarang tawon,” katanya.

Ketua Sukarelawan JogoboyoTrucuk, Sahono, mengatakan sarang tawon di pohon cemara di SMPN 1 Trucuk dilihat beberapa siswa, Senin. Malamnya, sarang tawon tersebut telah dibasmi agar tidak memakan korban lain.

“Sarang tawon sudah dibasmi, Senin (20/1/2020) malam,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho