Lemkapi: Intelijen Kecolongan, Propam Audit Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Lemkapi meminta Div Propam Polri untuk melakukan audit investigasi pengamanan tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

 Warga melintas di samping mobil yang terbalik akibat kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Sedikitnya 129 orang dilaporkan meninggal dunia dan 13 mobil rusak akibat kerusuhan tersebut. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.

SOLOPOS.COM - Warga melintas di samping mobil yang terbalik akibat kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Sedikitnya 129 orang dilaporkan meninggal dunia dan 13 mobil rusak akibat kerusuhan tersebut. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.

Solopos.com, JAKARTA — Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) meminta Divisi Profesi dan Pengamanan atau Div Propam Polri untuk melakukan audit investigasi pengamanan tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Perlu audit investigasi terhadap pengamanan yang dilakukan Polres Malang dan Polda Jatim. Apakah sudah sesuai Peraturan Kapolri No.1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Kepolisian termasuk penggunaan gas air mata untuk mencegah bentrokan yang terjadi dalam stadion,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, Minggu (2/10/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dalam keterangan tertulisnya, Edi mengatakan Propam Polri perlu menyelidiki apakah fungsi intelijen Polri sudah dijalankan dengan baik atau tidak sehingga tragedi itu sama sekali tidak terdeteksi.

“Kami melihat intelijen kecolongan dan tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga tidak memiliki perkiraan keamanan yang matang atas insiden di Malang,” kata akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Edi minta tim khusus Polri mendalami ada atau tidak kelalaian petugas di lapangan serta sistem pengamanan apakah dijalan sebagaimana mestinya atau tidak, khususnya penggunaan gas air mata di area stadion.

Baca Juga : Dampak Buruk Tragedi Kanjuruhan bagi Sepak Bola Indonesia

Dia menegaskan penggunaan kekuatan sesuai Pasal 3 Peraturan Kapolri No.1/2009 boleh dilakukan sepanjang memenuhi prinsip legalitas, kebutuhan, proporsionalitas, kewajiban umum, preventif, dan masuk akal.

Menurutnya, dalam tragedi Kanjuruhan, pada awalnya, pengamanan Polda Jatim dan polres setempat sudah menjalankan tugas maksimal.

Namun pada babak akhir pertandingan, katanya, polisi di lapangan kurang siap ketika tiba-tiba terjadi bentrokan antarsuporter dan tidak bisa mencegah.

Diberitakan sebelumnya, 130 orang meninggal, termasuk dua polisi dampak kerusuhan pascapertandingan sepak bola antara Arema FC Malang dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Di sisi lain 188 orang masih dirawat di rumah sakit. Massa diduga tidak puas dengan kekalahan tuan rumah Arema FC 2-3 atas Persebaya.

Baca Juga : Bertambah! Total Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang Jadi 130 Orang

Polisi sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan. Masih menurut Edi tragedi Kanjuruan harus menjadi pembelajaran seluruh jajaran kepolisian, terutama terkait pengamanan yang berbuntut bentrok hingga menyebabkan korban jiwa.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Peringati Hari Korpri 2022, PNS Minta Uang Pensiun Jadi Rp1 Miliar

      Pada peringatan Hari Korpri 2022, Selasa (29/11/2022), kali ini PNS meminta agar skema uang pensiun PNS segera diubah.

      Rekomendasi Warung Satai Ayam di Ponorogo, Salah Satunya Langganan Presiden RI

      Ada tiga rekomendasi warung satai khas Ponorogo yang bisa dicicipi saat berkunjung ke Ponorogo Jawa Timur.

      Begini Batas Usia Pensiun PNS, Polri, dan TNI Terbaru

      Batas pensiun PNS, TNI, dan Polri sudah diatur melalui undang-undang maupun peraturan presiden.

      Terbagi Menjadi 3 Jenis, Intip Fakta Menarik Seputar Satai Ponorogo

      Ada 3 jenis satai Ponorogo, yakni satai ayam dari Gang Sate (Haji Tukri), Purbosuman, dan Setono.

      ELT Helikopter Polri Jatuh Ditemukan dalam Kondisi Tak Berfungsi

      Ada lebih dari 21 item serta ada barang pribadi dari awak pesawat seperti dua ransel yang ditemukan mengapung.

      Tim SAR Kerahkan 3 Kapal Pendeteksi Cari Helikopter Polri Jatuh di Belitung

      Pengerahan 3 kapal pendeteksi itu untuk mengoptimalkan pencarian tiga korban kecelakaan helikopter lost contact jenis BO-105 P 1103 milik Polairud di perairan Manggar, Belitung Timur.

      Pencarian Helikopter Polri di Belitung Timur Terkendala Cuaca Buruk

      Cuaca buruk menjadi kendala tim SAR saat mencari keberadaan helikopter Polri yang jatuh di Belitung.

      Permintaan Investasi di IKN 39 Kali dari Kapasitas, Pemerintah Siapkan Ini

      Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menyebut permintaan investasi ke proyek pembangunan IKN mencapai 39 kali lipat dari kapasitas yang tersedia.

      Peneliti UGM Klaim Deteksi Tanda Awal Gempa Cianjur yang Menelan 323 Jiwa

      Tim Peneliti UGM Yogyakarta mengklaim telah mendeteksi gejala beberapa hari sebelum terjadi gempa di Cianjur.

      Rancangan KUHP Perketat Definisi Penghinaan dan Kritik terhadap Pemerintah

      Dalam RKUHP tersebut terdapat Pasal 240 terkait penghinaan terhadap pemerintah dan lembaga negara.

      Langkah Yudo Margono jadi Panglima TNI Diyakini Bakal Mulus karena Ini

      Septiawan menegaskan, Yudo Margono juga berhasil membawa perubahan birokrasi di TNI AL dengan terwujudnya right sizing organisasi.

      Jadi Tersangka Pengurusan Perkara, Hakim Agung Gazalba Saleh Mangkir

      Salah satu tersangka adalah hakim agung Gazalba Saleh yang dipanggil KPK untuk diperiksa, Senin (28/11/2022), namun mangkir.  

      Wagub NTB Ngaku Mundur dari Nasdem Bukan karena Faktor Anies Baswedan

      Sitti Rohmi mengaku keputusan mundur dari Ketua DPW Partai Nasdem NTB karena alasan keluarga dan bukan karena partainya mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres 2024.

      Sambo: Percuma Saya Jenderal Bintang Dua tapi Tak Bisa Jaga Istri

      Di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan, menurut Arif Rahman, Ferdy Sambo menangis ketika melihat foto keluarga.

      Penampakan Yosua Beberapa Menit sebelum Dibunuh Dibuka di Persidangan

      Video Brigadir Yosua beberapa menit menjelang kematiannya di tangan sang atasan diputar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

      Anak Bunuh Ayah Kandung di Indramayu, Jasad Dikubur di Samping Rumah

      Kasus pembunuhan ayah oleh anak kandung terungkap setelah petugas menangkap MT atas dasar laporan kakak yang dianiaya oleh tersangka.