SOLOPOS.COM - Ilustrasi pendidikan Teknologi Informasi. (www.sido.ru)

Ilustrasi pendidikan Teknologi Informasi tak diimbangi kualitas lulusan. (www.sido.ru)

Ilustrasi pendidikan Teknologi Informasi tak diimbangi kualitas lulusan. (www.sido.ru)

Solopos.com, JAKARTA — Pakar Teknologi Informasi (TI) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Budi Rahardjo menyoroti banyaknya lulusan program studi TI yang tak siap menghadapi dunia kerja. “Mereka tidak siap karena memang ada kesenjangan materi yang diajarkan di kampus dan apa yang dibutuhkan di industri,” kata Budi di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Pesatnya perkembangan TI belakangan ini memang membuat banyak lembaga penyelenggara pendidikan memanfaatkan peluang untuk program studi TI. Namun menurut Budi, banyak dosen yang dipekerjakan lembaga-lembaga pendidikan itu sebenarnya tidak mengerti kebutuhan industri sehingga tak mampu memberikan materi yang dibutuhkan sebagai bekal lulusan lembaga pendidikannya dalam dunia kerja.

“Kebanyakan dosen lulus langsung jadi dosen, mereka belum pernah mencoba sendiri bekerja di dunia industri. Selain itu, soft skill sulit diajarkan di kampus karena keterbatasan waktu,” paparnya.

Budi menyarankan mahasiswa memanfaatkan program magang di perusahaan-perusahaan selama kuliah sehingga saat lulus mereka memiliki bekal talenta memadai. “Kerja sama industri dan perguruan tinggi harus ditingkatkan dalam mengadakan program internship agar mahasiswa nantinya punya kesempatan mengenal lapangan sebelum lulus,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya