LEMBAGA PEMASYARAKATAN SEMARANG : Overload, Pengawasan di LP Kedungpane Buruk

 Ilustrasi sel penjara (JIBI/Solopos/Dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sel penjara (JIBI/Solopos/Dok.)

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Semarang atau yang akrab disebut Lapas Kedungpane pengawasan terhadap narapidananya buruk.

Semarangpos.com, SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Semarang, Kedugpane, Mijen, Kota Semarang, sepekan terakhir menjadi sorotan publik. Kondisi itu menyusul masih banyaknya kasus kejahatan yang terjadi di LP tersebut.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Pada Rabu (8/3/2017), aparat kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Jateng bahkan menemukan adanya praktik peredaran narkoba di tempat itu. Hal itu diketahui setelah aparat Ditresnarkoba bersama petugas dari beberapa instansi terkait menggelar razia.

Selang sehari, Kamis (9/3/2017), kejadian tak kalah menghebohkan terjadi di LP Kedungpane. Salah satu warga binaan yang masih berstatus sebagai tahanan titipan menjadi korban tindak kekerasan oleh para narapidana (napi) lain.

Tahanan itu dikeroyok setelah sebelumnya menolak diperas. Ia pun mengalami luka-luka di bagian kepala hingga harus dilarikan ke RSUP dr. Kariadi, Semarang, guna mendapatkan perawatan.

Kepala LP Kedungpane, Taufiqurrahman, mengakui bahwa masih banyaknya kejahatan yang dilakukan para napi dikarenakan pengawasan di dalam LP yang buruk. Buruknya pengawasan itu tak terlepas dari jumlah penghuni LP yang semakin banyak tapi tidak diimbangi dengan fasilitas dan sarana yang memadai.

“Saat ini LP kami itu sudah overload. Jumlah warga binaan yang menghuni di LP mencapai 1.314 orang, sementara kapasitasnya hanya 663 orang,” ujar Taufiqurrahman saat dihubungi Semarangpos.com, Sabtu (11/3/2017).

Jumlah penghuni yang melebih kapasitas itu pun membuat setiap kamar tahanan di LP terasa sesak. Kamar tahanan yang seharusnya hanya menampung tujuh tahanan, kini bisa diisi sekitar 15 orang.

“Jumlah penghuni yang melebihi kapasitas itu pun membuat ketegangan antarnapi menjadi semakin tinggi. Risiko gesekan antarnapi juga kian besar. Di sisi lain, dari segi pengawasan kami juga kekurangan personel. Kami hanya memiliki 11 personel untuk mengawasi mereka. Bayangkan personel yang 11 orang harus mengawasi jumlah napi yang lebih dari 1.000 orang,” beber Taufiqurrahman.

Jumlah penghuni LP yang melebihi kapasitas ini sebenarnya sudah disampaikan Taufiqurrahman kepada Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah (Jateng). Namun, hingga kini belum ada penanganan yang serius untuk mengatasi permasalah itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

2 Motor Adu Banteng di Jl Ngawi-Sragen Sambungmacan, 1 Orang Meninggal

Kecelakaan adu banteng di Jalan Ngawi-Sragen, tepatnya depan Puskesmas Sambungmacan 2 Dukuh Sundo Asri RT 018, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen pada Selasa (28/6/2022).

Kurs Rupiah Dibuka Lesu di Level Rp14.848 Per Dolar AS

Mata uang Asia lainnya dibuka bervariasi, yakni yen Jepang yang naik 0,07%, won Korea Selatan melemah 0,53%, yuan China naik 0,09%, dan ringgit Malaysia naik 0,06%

PPN 11 Persen Berpotensi 700.000 Orang Jatuh Miskin, Kok Bisa?

Bank Dunia menyebut kenaikan PPN menjadi 11 persen membuat bertambahnya warga miskin di Indonesia.

Solopos Hari Ini: Evaluasi PeduliLindungi

Sosialisasi dan masa transisi terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak gorenq curah rakyat (MGCR) mulai dilakukan Senin (27/6/2022). Sejumlah kritik mengalir, mulai dari akses hingga keamanan data.

Apresiasi Prestasi Mahasiswa, UMS Gelar Student Achievement Award 2022

Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Student Achievement Award (SAA) 2022.

10 Berita Terpopuler: 11 Daerah Wajib MyPertamina & Piala Presiden 2022

Ulasan tentang 11 daerah yang wajib menerapkan MyPertamina untuk membeli Pertalite-Solar dan Piala Presiden 2022 menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Rabu (29/6/2022).

Kecamatan Terpadat di Jateng Ternyata Kaya Akan Bangunan Bersejarah

Kecamatan terpadat di Jawa Tengah atau Jateng rupanya memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Keraton Kasunanan Surakarta dan Benteng Vastenburg.

Kompak Anjlok! Simak Harga Emas Pegadaian, Rabu 29 Juni 2022

Harga emas yang dijual di Pegadaian Rabu (29/6/2022) hari ini terpantau turun, baik untuk cetakan Antam maupun UBS.

Satu Kota di Jateng-DIY Wajib Pakai MyPertamina Beli Pertalite, Solo?

Hanya ada satu kota di Jateng-DIY yang wajib menerapkan MyPertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar, yakni Kota Yogyakarta.

Kecamatan Terpadat di Jateng Ternyata Ada di Kota Ini

Berikut fakta kecamatan terpadat di Jawa Tengah atau Jateng yang ternyata ada di bagian selatan Pulau Jawa.

Wapres: Pernikahan Beda Agama Dilarang

Wapres Ma'ruf Amin menyatakan sesuai fatwa MUI pernikahan beda agama haram dilakukan.

IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (29/6/2022).

Sudah Angkut 155 Juta Penumpang, PT KAI Terus Berinovasi

Perkembangan alat transportasi dan perbankan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Duh, 1,7 Juta Bayi di Indonesia Belum Peroleh Imunisasi Dasar

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada peningkatan jumlah kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah lewat imunisasi atau PD3I.

PPDB Solo: 20 SD Negeri Kekurangan Murid, Ini Solusi Dari Disdik Solo

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menyarankan solusi bagi sekitar 20 SD negeri di Kota Bengawan yang kekurangan pendaftar pada PPDB tahun ajaran 2022/2023.

Butuh Kerja Sama Antarnegara Mencegah Krisis Pangan Global

Presiden Joko Widodo menyerukan negara G7 dan G20 bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang agar tidak jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.