LEMBAGA PEMASYAKATAN : Pemerintah Tetapkan LP di Kendal Produktif Terbuka
Ilustrasi warga binaan di lembaga pemasyarakatan. (JIBI/Solopos/Antara)

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Kendal, Jateng, ditetapkan sebagai LP Produktif Terbuka.

Solopos.com, SEMARANG – Pemerintah melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, menetapkan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Kendal sebagai LP atau Lapas Produktif Terbuka. Peresmian LP Kelas II B Kendal sebagai Lapas Produktif Terbuka itu dilakukan dalam sebuah acara yang dihadiri langsung Menkumham dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (29/4/2017).

Peresmian itu ditandai dengan penandatangan prastasi oleh Menkumham dan Gubernur Jateng di LP Kelas II B Kendal. Selain LP Kelas II B Kendal, pemerintah juga menetapkan dua LP di Jateng sebagai Lapas Industri, yakni LP Kelas II B Terbuka Nusakambangan dan LP Kelas II A Narkotika Nusakambangan.

Yasonna mengemukakan, program lapas terbuka sudah dirancang sejak dua tahun lalu. Program tersebut terealisasi pada 2016 melalui anggaran APBN Perubahan.  Program ini tidak hanya dilakukan di Jateng, tapi juga di seluruh Indonesia.

Tujuan program ini tak lain untuk memberi bekal keterampilan pada warga binaan selama menjalani hukuman di LP. Selain itu, program ini juga diklaim akan mengurangi tekanan kerusuhan di LP karena bisa mengalihkan energi warga binaan pada pekerjaan yang produktif.

“Membina tidak cukup pembinaan mental tapi juga pembinaan keterampilan, kemampuan, dan menjadikan mereka orang-orang produktif. Jadi jangan lagi ada pandangan negatif pada mereka [warga binaan LP],” ujar Yasonna seperti dikutip laman internet resmi Pemprov Jateng, Minggu (30/4/2017).

Yasonna menuturkan berdasarkan pengalamannya mengunjungi berbagai LP di Indonesia, banyak produk hasil karya warga binaan yang bagus. Bahkan, kerajinan kapal pinisi yang ditunjukkan kepada Menteri Pemasyarakatan Georgia mendapat pujian.

Hasil produksi LP, khusunya Lapas Produktif, baik pertanian, perikanan maupun peternakan, lanjut Yasonna bisa untuk mencukupi kebutuhan pangan penghuninya. Sedangkan untuk lapas industri yang memproduksi hasil-hasil kerajinan, produknya akan dibantu pemasarannya di toko-toko modern.

“Hasil produksi, untuk kebutuhan lapas kami. Kan butuh sayur, terong dan sebagainya. Daripada beli di luar, kami bisa beli dulu [hasil lapas]. Selebihnya kami lempar ke pasar. Jadi ini satu subsistem, di samping napinya juga dapat pendapatan,” beber menteri.

Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemenkumham yang membekali keterampilan pada warga binaan. Ia menilai skill itu penting diberikan sebagai bekal ketika para warga binaan itu kembali ke masyarakat.

“Saya merasa terbantu melihat karya teman-teman, baik yang bertanggung jawab atas lembaga pemasyarakatan maupun warga binaan. Binaannya luar biasa. Transisi sudah disiapkan. Harapannya kalau mereka nanti pulang, kita tinggal menyambut,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho