Lelang Underpass Transito Molor, Dishub Solo Galau
Siswa didampingi orang tuanya menyeberangi rel KA di Jl Transito, Laweyan, Solo, saat berangkat menuju sekolah, Kamis (13/2/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan).

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo dibuat galau lantaran pembangunan underpass Transito belum juga bisa dimulai hingga pekan ketiga Februari.

Proyek itu bahkan baru mulai dilelang. Bangunan pendamping flyover Purwosari itu sedianya rampung pada pertengahan tahun ini, namun urung akibat molornya masa lelang.

Mengutip laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Solo, Kamis (20/2/2020), lelang proyek underpass Transito baru dimulai pada 17 Februari. Sesuai jadwal, 20-25 Februari tahapan lelang masuk tahap unggah dokumen penawaran.

177 Kades dan Lurah se-Karanganyar Terima Motor Dinas N-Max Gres Hari Ini

Target penandatanganan kontrak 16 Maret. Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, pesimistis underpass bisa dimanfaatkan pada Lebaran tahun ini.

Keberadaan jalur lintas bawah tersebut seharusnya untuk mengakomodasi kendaraan kecil dan kendaraan nonmotor, seperti sepeda dan becak.

“Sebenarnya [underpass] kalau untuk memecah arus lalu lintas relatif tidak berpengaruh. Namun, kami sayangkan karena fungsinya,” kata dia, Kamis.

Sebelum underpass selesai dibangun, pengendara kendaraan kecil dan nonmotor dari timur harus memutar lewat underpass Makamhaji dan perlintasan sebidang Pasar Nongko.

Ratusan Siswa SMP Hanyut Saat Susur Sungai di Sleman, 4 Meninggal

Hari bakal meminta jawaban dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait permintaan membuka kembali perlintasan sebidang Manahan untuk mengakomodasi kendaraan kecil dan nonmotor.

“Kami ingin agar Kemenhub mengeluarkan diskresi itu. Paling tidak untuk sementara. Di daerah lain perlintasan sebidang masih dibuka meski sudah ada overpass,” ucap Hari.

Misteri Sejarah Miripnya Bangunan Di Solo dan Jogja

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, mengatakan molornya lelang disebabkan pergantian Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP).

Selain itu terdapat sejumlah revisi berkas. Sebagai informasi, underpass Transito sebelumnya direncanakan dibangun pada tahun lalu dengan anggaran senilai Rp750 juta.

Warga Mojosongo Solo Dikeroyok 5 Orang Gara-Gara Dikira Pesilat Gadungan

Namun, proyek tersebut batal lantaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) mensyaratkan konstruksi penyangga rel kereta api berspesifikasi khusus.

Nilainya bahkan lebih mahal dibandingkan konstruksi underpass. Total anggaran pembangunan underpass Transito tahun ini Rp4,7 miliar dengan masa pengerjaan enam bulan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho