Ilustrasi pelaksanaan proyek pendirian bangunan. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap melelang proyek 2020 pada Desember 2019. Total nilai proyek itu sesuai alokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020 adalah Rp12 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Tengah Sumarno mengatakan Pemprov Jateng sudah memberikan rancangan APBD 2020 kepada Kementerian Dalam Negeri yang sedianya disetujui pada 6 Desember 2019.

Setelah itu, Pemprov akan melaksanakan rapat dengan DPRD Jateng terkait APBD Jateng 2020 pada 12 Desember 2019. Apabila pihak legislatif sudah menyetujui, maka lelang proyek 2020 bisa dilakukan.

“Jadi, walaupun proyeknya dimulai 2020, lelang bisa dilakukan Desember 2019, setelah adanya tahapan-tahapan tersebut,” ujarnya, Rabu (20/11/2019).

Jawa Tengah mendapatkan alokasi DIPA Rp70,15 triliun yang akan diserahkan Senin (25/11/2019) mendatang. Perinciannya, DIPA Pemprov Jateng senilai Rp12 triliun dan DIPA untuk alokasi 35 kabupaten/kota se-Jateng senilai Rp58,12 triliun.

Alokasi DIPA Pemprov Jateng senilai Rp12 triliun terdiri atas Dana Alokasi Umum (DAU) Rp3,8 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp436,7 miliar, DAK nonfisik Rp7,1 triliun, dana bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp520,3 miliar, dan dana insentif daerah Rp68,4 miliar.

Menurut Sumarno, DAU terbesar digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan PNS serta anggota DPRD. Selain itu, minimal 25% untuk infrastruktur.

Adapun, DAK fisik dialokasikan untuk lingkungan hidup dan kehutanan, transportasi laut dan jalan, pendidikan, kesehatan, air minum, sanitasi, sosial, pertanian, pasar, IKM, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.

Sementara itu, DAK nonfisik terbesar adalah operasional sekolah, tunjangan profesi buruh, tunjangan kesehatan, dan pelayanan keperawatan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten