Kategori: Boyolali

Legenda Roro Jonggrang & Misteri Umbul Pengging Boyolali


Solopos.com/Tim Solopos

Solopos.com, BOYOLALI – Umbul Pengging merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Menurut cerita yang berkembang, objek wisata ini memiliki sekelumit kisah misteri.

Dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (3/3/2021), Umbul Pengging merupakan kompleks pemandian peninggalan keraton Kasunanan Surakarta. Objek wisata ini terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Pemandian ini dibangun oleh Raja Keraton Solo, Pakubuwobno X. Dulu, pemandian ini merupakan tempat bersantai bagi raja dan keluarganya. Jadi, pemandian itu tertutup untuk umum. Tetapi seiring berjalannya waktu, pemandian itu bebas dimasuki pengunjung.

Baca juga: Ditinggal Suami Berenang, Wanita Nogosari Meninggal Tenggelam di Umbul Pengging Boyolali

Umbul Temanten

Ada beberapa kolam dari sumber mata air murni yang berada di kompleks Umbul Pengging Boyolali. Mulai dari Umbul Temanten, Umbul Duda, dan Umbul Ngabean. Ketiganya berasal dari mata air alami dengan dasar bebatuan yang berbeda dari kolam renang biasa.

Pada Senin (1/3/2021) lalu ada seorang pengunjung yang meninggal akibat tenggelam di Umbul Temanten saat ditinggal suaminya berenang.

Konon, setiap bagian Umbul Pengging Boyolali itu memiliki cerita tersendiri. Terlebih, Pengging yang menjadi nama umbul ini punya bagian sendiri di dalam sejarah masyarakat Jawa.

Baca juga: Pusat Prostitusi PSK di Solo, Mungkinkah Dikukut Mas Gibran?

Ketiganya memiliki tingkat kedalaman berbeda dan masing-masing digunakan untuk tradisi yang berbeda pula. Umbul Temanten sering dijadikan lokasi siraman bagi pasangan menjelang pernikahan, sedangkan Umbul Ngabean kerap menjadi tempat ritual kungkum. Umbul Temanten dan Umbul Duda berbentuk persegi panjang, sementara Umbul Ngabean berbentuk bulat.

Pengging pernah disebut dalam legenda Roro Jonggrang saat pembangunan kompleks Candi Prambanan. Nama daerah ini juga pernah ditemukan dalam sejumlah babad yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Jawa bagian selatan.

Baca juga: Ada Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah di Boyolali Siap-Siap

Ada pula yang menyebut tentang keberadaan Ki Ageng Pengging, seorang tokoh yang dikenal sebagai pemberontak di wilayah Kesultanan Demak.

Pengging bahkan dianggap sebagai cikal-bakal Kerajaan Pajang. Kerajaan yang mengambil alih kekuasaan di Jawa setelah Kesultanan Demak runtuh. Namun, setelah berkembangnya Kesultanan Mataram dan era sesudahnya, wilayah Pengging menjadi tempat pelaksanaan ritual bagi keluarga penerus Mataram.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita