Legenda Balung Buto di Sangiran Sragen: Peperangan Manusia vs Raksasa

Objek wisata Museum Sangiran di Kalijambe, Sragen, menyimpan berbagai sejarah, salah satunya legenda balung buto.

 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melihat koleksi fosil di Museum Purbakala Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Sabtu (9/10/2021).

SOLOPOS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melihat koleksi fosil di Museum Purbakala Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Sabtu (9/10/2021).

Solopos.com, SRAGEN — Situs Sangiran yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyimpan berbagai penemuan sejarah masa lampau yang unik. Salah satu legenda terkenal dari Situs Sangiran adalah legenda balung buto.

PromosiIndonesia-Singapura Mempersempit Ruang Gerak Koruptor dan Teroris

Balung buto merupakan istilah masyarakat lokal untuk menyebut fosil berbentuk tulang raksasa. Fosil merupakan sumber otentik yang dipakai merekonstruksi sejarah kehidupan yang tersisa di masa lampau.

Legenda tentang balung buto itu ditulis Bambang Sulistyanto dalam buku Warisan Budaya Dunia dalam Perspektif Masyarakat Sangiran. Dikutip Solopo.com, Minggu (28/11/2021), pada zaman dulu saat wilayah Sangiran masih berupa hutan lebat dan perbukitan, hiduplah sekelompok masyarakat dengan damai.

Baca juga: 4 Desa di Kawasan Sangiran Sragen Sepakat Kerja Sama Kembangkan Potensi

Namun suatu ketika ketentraman mereka tiba-tiba berubah menjadi kekacauan karena datangnya para raksasa. Rombongan raksasa itu merusak berbagai tanaman dan memangsa hewan bahkan mansia, terutama anak-anak.

Akibatnya penduduk Sangiran pun lari ke sebuah desa di balik bukit untuk meminta bantuan ksatria bernama Raden Bandung. Singkat cerita, tercetuslah peperangan antara Raden Bandung dengan para raksasa yang tidak mau pergi dari Sangiran, malah meminta persembahan berupa anak manusia sebagai santapan setiap hari.

Dalam peperangan itu, Raden Bandung nyaris kalah dan melarikan diri ke hutan. Semasa di pengasingan itu dia mendapat wangsit dari dewa untuk bertapa selama sewindu. Setelah genap sewindu, dia mendapat wangsit lagi untuk menenggelamkan diri di telaga (kedung). Di sana dia bertemu dengan Dewa Ruci yang memberinya wejangan tentang kehidupan.

Baca juga: Gegara Mitos, Warga Pengkol dan Sangiran Tidak Berani Saling Menikah

Dewa Ruci meminta Raden Bandung mengasah kuku di batu untuk mengalahkan para raksasa. Setelah itu dia muncul dari tengah telaga bersama pasukannya untuk mencari Tegopati, raja para raksasa yang mendirikan kerajaan di Glagahombo.

Raden Bandung pun menyerang wilayah tersebut dan membantai para raksasa. Tegopati tewas dengan senjata kuku milik Raden Bandung. Kematiannya pun sangat mengenaskan karena jasadnya dilemparkan jauh hingga terjengkak di suatu tempat bernama Dusun Bapang yang saat ini masuk wilayah Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, tempat Museum Sangiran berdiri.

Baca juga: Masuk Museum Sangiran dan Gunung Kemukus Tak Perlu PeduliLindungi Lho

Sementara sebagian pasukan raksasa itu tewas ditenggelamkan di bendungan yang dibuat Raden Bandung. Darah para raksasa itu berceceran hingga menggenangi suatu wilayah yang kini dikenal dengan nama Desa Saren.

Sedangkan tulang-belulang para raksasa itu tersebar di berbagai wilayah di Sangiran yang akhirnya disebut warga dengan istilah balung buto.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.

Bupati Wonogiri Buka Ruang Audiensi dengan Tenaga Honorer

Bupati Joko Sutopo menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui yang dimaksud pemerintah pusat mengenai penyelesaian masalah tenaga honorer dengan batas waktu 2023.