Ledakan Keras Kejutkan Buleleng Bali, Meteor Jatuh Masih Tanda Tanya
Ilustrasi (JIBI/Dok)

Solopos.com, JAKARTA — Ledakan atau dentuman keras mengejutkan warga Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 10.00 Wita. Suara keras di Buleleng, Bali itu dikaitkan warga dengan dugaan jatuhnya meteor.

Netizen di Twitter menyebutkan ledakan itu bisa jadi karena jatuhnya meteor. Apalagi, BMKG juga sudah mengatakan tidak ada aktivitas kegempaan saat itu. Bahkan, ada beberapa warga setempat yang mengaku benda langit jatuh sebelum terdengar dentuman tersebut.

Video kesaksian warga yang diunggah di video Youtube itu juga dibagikan Kepala Mitigasi dan Tsunami BMKG Daryono. Meski demikian, dia tidak mengonfirmasi kebenaran informasi itu.

Baca Juga: Nobita Menikah di Stand By Me Doraemon 2

Dia juga memaparkan jika suara dentuman meteor itu memiliki kekhasan seperti fenomena yang terjadi di Rusia pada 2013 lalu. Dalam video Youtube kejadian meteor jatuh di Rusia itu terlihat cahaya terang meluncur ke bawah dan menimbulkan ledakan dan suara kencang.

Berikut ini beberapa komentar netizen soal kemungkinan meteor tersebut:

Tanpa Konformasi

Sejumlah warga mengaku suara dentuman itu mengejutkan mereka. Sebagian mereka bahkan mengaku turut menyaksikan kilatan cahaya yang melintasi angkasa sesaat sebelum suara ledakan yang diduga meteor di Buleleng, Bali itu terdengar.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari otoritas terkait terkait sumber ledakan dan benda menyala tersebut. Hingga Minggu malam, satu-satunya konfirmasi hanya berasal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: 12 Zodiak Punya Sisi Positif Kepribadian Diri!

Itupun hanya pengakuan bahwa suara dentuman itu terekam sensor gempa bukan terkait benbda langit.  "Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya anomali sinyal seismik yang tercatat pada sensor seismik Singaraja (SRBI) pada pukul 10.27 WITA," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.

Ia menjelaskan sensor BMKG merekam sinyal seismik tersebut dalam durasi sekitar 20 detik. Melihat anatomi seismogramnya tampak bahwa sinyal seismik tersebut bukanlah merupakan sinyal gempa bumi tektonik. "Jika sinyal seismik tersebut kita coba tentukan magnitudonya menggunakan formulasi penentuan mangnitudo gelombang gempa akan dihasilkan kekuatan 1,1 magnitudo lokal," tambah Daryono.

Ia mengatakan, bahwa sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tidak ada aktivitas gempa di wilayah Bali. Sehingga dipastikan anomali gelombang seismik tersebut bukan aktivitas gempa tektonik. Menurut Daryono, beberapa warga di Kintamani dan Besakih dilaporkan ada yang melihat semacam meteor yang melintas ke arah barat daya. Warga Buleleng yang sedang upacara adat juga mengaku melihat benda melintas di langit. Ada juga warga nelayan di pantai Buleleng menjadi saksi mata fenomena yang sama.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom