Pekerja memperbaiki jalan rusak. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota Solo menerjunkan tim sapu lubang guna memastikan tidak ada jalan berlubang menjelang arus mudik Lebaran. Pelaksanaan perbaikan jalan dikebut  hingga saat ini sudah mencapai 90%.

“Tim sapu lubang sudah bekerja untuk menambal sulam jalan yang berlubang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Solo, Joko Supriyanto, ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (6/6/2018).

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan inventarisasi kerusakan jalan dengan melibatkan berbagai dinas terkait. Petugas berkeliling memantau kerusakan-kerusakan yang ada di ruas jalan, termasuk ruas jalan provinsi dan nasional. Selanjutnya dilakukan penambalan jalan sebagai solusi sementara. 

Menurutnya, penambalan jalan adalah solusi paling realistis untuk menangani kerusakan jalan. “Jadi tim sapu lubang kita maksimalkan dalam memperbaiki kerusakan infrastruktur jalan, kecuali Jalan Popda kita biarkan dulu karena masih dilalui kendaraan proyek jembatan Tirtonadi,” katanya.

Tim sapu lubang bekerja menambal sulam jalan berlubang dengan menggunakan dana pemeliharaan yang disiapkan Pemkot pada APBD 2018 senilai Rp2 miliar. Dana pemeliharaan digunakan untuk memperbaiki lokasi kerusakan di ruas-ruas jalan kota.

Sedangkan jalan berstatus provinsi dan nasional akan ditangani baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat. Pemkot sudah koordinasi dengan Pemprov dan Pusat untuk mengerjakan perbaikan jalan-jalan yang bukan jalan kota.

"Ada dua ruas jalan yang sebenarnya penanganannya butuh fasilitasi dari Pemprov. Yakni Jalan Pakel yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar, serta Jalan Jaka Tingkir yang berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo," ungkapnya.

Selain keterbatasan anggaran daerah, intervensi Pemprov dibutuhkan lantaran sebagian ruas jalan tersebut  berada di luar Kota Solo. Misalnya, Jalan Jaka Tingkir yang masuk wilayah Solo hanya dari Tugu Lilin Pajang sampai jembatan. Sedangkan ruas jalan di sebelah barat tidak masuk wilayah Solo.

Selain tim sapu lubang, Joko menambahkan pengerjaan seluruh proyek infrastruktur jalan akan dihentikan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Penghentian sementara pengerjaan tersebut demi menjaga kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik Lebaran. 

Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub), Ari Wibowo memetakan beberapa proyek pengerjaan jalan berpotensi rawan kepadatan lalu lintas. Contoh kasus dengan diberlakukannya sistem buka tutup selama arus Lebaran di proyek betonisasi Jalan Kyai Mojo.

Ari mengimbau kepada pengguna jalan untuk menghindari jalan tersebut. “Bisa lewat jembatan Bacem atau Jurug,” katanya.  

 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten