LEBARAN 2017 : Pemerintah Minta BUJT Beri Diskon Pengguna E-Toll
Ilustrasi jalan tol (JIBI/Solopos/Dok.)

Lebaran 2017 diharapkan bisa disongsong para pemudik pengguna jalan tol dengan diskon jika membayar menggunakan e-Toll.

Solopos.com, SEMARANG – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendesak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memberikan potongan atau diskon tarif bagi pengguna nontunai atau elektronik tol (e-Toll) sekitar 10%-20% saat musim mudik Lebaran 2017 nanti.

Hal itu disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, seusai penandatangan kerja sama dengan Bank Indonesia terkait Gerakan Non-Tunai di Jalan Tol di Jakarta, Rabu (31/5/2017). “Biarkan nanti mereka yang akan umumkan sendiri [BUJT], sebab jika pemerintah yang instruksikan, saham mereka terkoreksi,” beber Basuki seperti dilansir laman berita Antara.

Basuki mengakui diskon tarif bagi pengguna e-Toll itu akan berlaku di seluruh jalan tol di Indonesia. Meski demikian, diskon tarif bagi pengguna e-Toll hanya akan berlaku saat liburan mudik dan balik Lebaran 2017.

Sementara itu, libur cuti bersama Lebaran 2017 dimulai Jumat (23/6) atau pada H-3 atau H-4 Lebaran. Dalam kesempatan itu Basuki juga memastikan bahwa jalan tol fungsional yang dapat digunakan pemudik tahun ini dari Brebes Exit (Brexit) hingga Desa Gringsing, Weleri, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sepanjang 110 km.

"Saya pastikan tol fungsional dengan lean concrete (LC) setelah Brebes Timur sampai Weleri, Kabupaten Batang. Itu panjangnya 110 KM dengan enam pintu keluar, dua ke jalan nasional pantura (pantai utara) dan empat ke jalur selatan," kata Basuki.

Menurut Basuki, dengan kondisi seperti itu, maka untuk rekayasa lalu lintas akan sangat mudah dan fleksibel jika menghadapi situasi kepadatan di jalur mudik tahun ini, terlebih dari Pejagan ke arah Purwokerto ada tambahan empat jalan layang baru di lintas sebidang kereta api.

"Itu sangat signifikan karena di lintas sebidang itu dalam sehari ada 90 kali berhenti karena kereta api lewat dan jika saat mudik bisa bertambah jadi 97 kali. Kalau tiap kali berhenti lima menit berarti per hari delapan jam harus berhenti. Itu macetnya kemana-mana. H-10 besok, empat jalan layang itu beroperasi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom