LEBARAN 2017 : Muslim Tionghoa Gelar Halalbihalal
Warga muslim Tionghoa yang tergabung dalam PITI Jogja menggelar halalbihalal sebagai upaya menjalin dan memperkuat silahturahmi yang diselenggarakan di GH Corner Jogja, Babarsari, pekan lalu. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)

Lebaran 2017 ini, keluarga besar PITI Jogja dan Mualaf Mandiri menggelar halalbihalal di GH Corner Jogja

 
Solopos.com, JOGJA-Muslim Tionghoa di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Kendati demikian, diperlukan program dakwah khusus agar dapat semakin meningkatkan pemahaman tentang toleransi beragama.

Mantan Sekjend Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Pusat, Syahril Tan mengatakan upaya untuk memperkuat silahturahmi mesti lebih ditingkatkan. Harapannya, supaya sesama muslim dan masyarakat lainnya dapat saling mengenal dan bisa terjalin toleransi yang baik.

"Saling menghargai satu sama lain, sehingga dapat menjadi satu ukhuwah yang kuat," ujar Syahril seusai acara syawalan keluarga besar PITI Jogja dan Mualaf Mandiri di GH Corner Jogja, Babarsari, pekan lalu.

Syahril mengatakan generasi muda muslim Tionghoa terus meningkatkan kualitasnya. Baik dari segi pendidikan, maupun bidang lainnya. Namun demikian, tetap perlu adanya koordinasi yang baik untuk dapat membuat semacam program khusus yang lebih bermanfaat.

"Dakwah bagi muslim Tionghoa itu memerlukan kekhususan tersedniri. Kalau pengembangan kualitas lainnya, sudah cukup baik dilakukan. Namun untuk dakwah bagi kepentingan Tionghoa perlu ditingkatkan lagi," jelas Syahril.

Anggota PITI Jogja, Linda Lestari menambahkan acara syawalan menyambut Hari Raya Idul Fitri ini dilakukan untuk dapat saling mempertemukan sesama muslim di komunitas ini.

Linda berharap dari acara tersebut dapat dilakukan tindaklanjut atas diskusi yang dilakukan. Mengingat perkembangan muslim Tionghoa ini juga terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.

"Misalnya, seperti pendampingan usaha untuk para mualaf, terutama yang masih baru. Peningkatan akidah dan keimanan, karena masih ada warga PITI yang perlu didampungi," jelas perempuan bernama Tionghoa, Tio Po Chu ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom