Tutup Iklan
LEBARAN 2017 : Alhamdulillah... Tukang Becak Ikut Terima THR
ilustrasi tukang becak

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo lewat Baznas Kulonprogo berbagi zakat dan bingkisan, bersama ratusan tukang becak

Solopos.com, KULONPROGO-Pemerintah Kabupaten Kulonprogo lewat Baznas Kulonprogo berbagi zakat dan bingkisan, bersama ratusan tukang becak, di Alun-alun Wates, Kamis (22/6/2017).

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan, kegiatan berbagi ini merupakan kegiatan yang sudah lama menjadi kebiasaan di lingkungan pegawai Pemkab Kulonprogo.

Setiap bulannya, para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab akan membayar zakat dan infak mereka. Tidak kurang Rp260 juta dapat terkumpul tiap bulannya lewat Baznas.

"Hari ini kami berbagi uang dan bingkisan kepada tukang becak, pasukan kuning, kaum dhuafa," kata dia, di sela kegiatan.

Hasto menambahkan, berbagi tak hanya dilakukan oleh Pemkab pada saat menjelang Idul Fitri, melainkan juga tiap pekan, lewat beragam program, salah satunya bedah rumah. Ia menilai, berbagi lewat santunan yang dikelola Baznas ini menjadi contoh nyata, bahwa gotong-royong bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Kulonprogo.

Ketua Baznas Kulonprogo, Abdul Madjid mengatakan, total ada 200 tukang becak yang mendapatkan kesempatan untuk ikut mendapatkan bingkisan dan uang dari Pemkab. Dana program ini berasal dari zakat yang berhasil terkumpul dari pegawai Pemkab.

Di kesempatan yang sama, ia mengumumkan bahwa Baznas telah mengumpulkan sebesar Rp439,1 juta, dan Rp54,3 juta yang berasal dari infak, zakat dan sedekah. Selain itu, Baznas juga mendapatkan tambahan dana ratusan juta, dari pihak-pihak lain.

"Kami berharap masyarakat bisa menjadikan berinfak, bersedekah sebagai gaya hidup. Tapi sejauh ini kesadaran mereka masih kurang," tuturnya.

Salah seorang tukang becak, Pardi bersyukur bisa mendapatkan bingkisan dan tunjangan hari raya dari Pemkab. ia berdoa agar Hasto Wardoyo dapat terus memimpin dengan baik. Selain itu ia berharap, bupati dapat membuat kebijakan yang melindungi para tukang becak, dari gempuran ojek motor online yang mulai ramai di Kulonprogo.

"Dulu mencari uang mudah, sekarang kami harus bersaing dengan ojek yang pakai handphone, susah cari uang," kata dia, yang sehari-hari mangkal di Karangnongko itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho