LEBARAN 2016 : 7 Lokasi Rawan Kecelakaan, Satlantas Boyolali Minta Penambahan Rambu-Rambu

Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos - Solopos.com
Selasa, 7 Juni 2016 - 15:10 WIB

SOLOPOS.COM - JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Petugas Satlantas dan Dishibkominfo Solo melakukan pemotongan dahan pohon di kawasan Jl Adi Sucipto, Manahan, Solo, Senin (6/1). Dahan pohon tersebut terpaksa dipotong karena menutupi rambu-rambu lalulintas.

Lebaran 2016, Satlantas Polres Boyolali meminta penambahan rambu-rambu di 7 lokasi rawan kecelakaan.

Solopos.com, BOYOLALI–Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Boyolali meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menambah rambu-rambu di tujuh lokasi rawan kecelakaan.

Dari tujuh lokasi rawan kecelakaan itu, lima di antaranya ada di jalan raya Semarang-Solo tepatnya dari jalur Ampel sampai Penggung Boyolali Kota. Satlantas bersama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM (DPU dan ESDM) telah melakukan survei jalur mudik baik jalur utama maupun jalur alternatif. Selain memetakan jalan rusak yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik, tim juga menyurvei kebutuhan rambu-rambu untuk kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Kapolres Boyolali, AKBP Agung Suyono, melalui Kasatlantas, AKP Yuna Ahadiyah, menjelaskan tim survei menemukan ada beberapa sarana dan prasarana jalan yang harus ditambah. Antara lain, penambahan rambu-rambu rawan kecelakaan dan pembuatan markah kejut di lokasi black spot (Jl.Semarang Solo KM 61.5) Ampel dan persimpangan Kebon Jeruk Ampel (Jl.Semarang-Solo KM 62.2), pemasangan paku jalan di lokasi persimpangan Kenteng (Jl.Semarang-Solo KM 67.8), pemasangan paku jalan dan zebra cross di depan pasar penggung (Jl.Semarang-Solo KM 69), dan penambahan rambu peringatan penyempitan Jembatan Bakalan Ampel untuk mengantisipasi penumpukan arus yang menyebabkan kemacetan.

“Di jalur Ampel sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan luka berat bahkan meninggal dunia. Senin [6/6/2016] kemarin terjadi dua kecelakaan fatal di jalur Ampel, dua meninggal dunia,” kata Yuna, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (7/6/2016).

Selain di ruas Ampel-Boyolali, Satlantas juga meminta Dishubkominfo menambah rambu-rambu pada dua jalur rawan lainnya. Yakni penambahan rambu dan perbaikan jalan di perlintasan kereta api Juwangi serta penambahan rambu larangan memutar di persimpangan Randusari Teras dari arah timur.

“Rambu larangan memutar perlu di pasang di persimpangan Randusari Teras karena saat Apil warna hijau dari arah timur sama dengan warna hijau dari arah barat sehingga membahayakan dan dapat mengakibatkan kecelakaan,” ujar Yuna.

Memasuki Bulan Puasa, arus lalu lintas di jalur utama Semarang-Solo menjadi lebih padat. Yuna meminta anggotanya untuk meningkatkan patroli hunting ke jalur rawan pada jam-jam padat. Misalnya, di jalur Randusari Teras pada pukul 15.00 WIB dan pada malam hari di jalur Ampel.

“Perhatian petugas di jalur Ampel adalah bus mengendarai di lajur kanan, melanggar markah jalan, dan truk-truk yang kelebihan muatan. Tiga pelanggaran itu kerap memicu kecelakaan.”

Kepala Dishubkominfo Boyolali, Bony Facio Bandung, siap menambah rambu-rambu portabel selama peningkatan arus mudik dan Lebaran. “Untuk rambu-rambu permanen akan kami upayakan agar bisa dianggarkan di APBD tahun depan.”

Perlengkapan jalan yang mulai disediakan Dishubkominfo untuk kelancaran arus mudik antara lain, rambu portabel besar sebanyak 8 buah, ukuran sedang sebanyak 10 buah, dan kecil sebanyak 8 buah. Selain itu, Dishubkominfo juga menyiapkan traffic cone 144 buah, water barier 66 buah, dan barikade jalan 5 buah.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif