LEBARAN 2015 : Wali Kota Semarang Ingin Puaskan Pemudik Tanpa Kecuali
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (JIBI/Solopos/Antara)

Lebaran 2015 disongsong Kota Semarang dengan persiapan layanan terbaik untuk pemudik.

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengecek kesiapan berbagai pusat kesehatan masyarakat untuk melayani para pemudik pada Lebaran 2015.

"Kami ingin puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Semarang bisa memberikan pelayanan memuaskan kepada masyarakat tanpa kecuali," tegasnya saat meninjau Puskesmas Mijen, Semarang, Jumat (26/6/2015).

Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—menjelaskan tinjauannya itu untuk mengecek kesiapan pelayanan dalam menerima pasien yang berasal dari para pemudik yang melewati Kota Semarang. Apalagi, kata dia, Puskesmas Mijen berada di jalur alternatif menuju selatan yang sering menjadi pilihan para pemudik yang melintas Kota Semarang sehingga harus dipastikan kesiapannya.

"Di bulan Ramadan ini, kami juga ingin memastikan puskesmas memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Semarang," kata Hendi yang turun lapangan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Widoyono.

Ajak Dialog
Pada kesempatan itu, Hendi mengecek langsung kondisi ruang pelayanan, laboratorium, dan berbagai infrastruktur, serta peralatan pendukung pelayanan kesehatan di Puskesmas Mijen. Wali Kota Semarang beserta jajaran terkait juga meninjau proses rehabilitasi gedung baru di Puskesmas Mijen yang nantinya sebagai ruang pertemuan dan administrasi.

Hendi juga menyempatkan untuk berdialog langsung dengan sejumlah pasien di ruang rawat inap yang antara lain berisi pasien thypus serta berdialog dengan para tenaga medis. Para tenaga medis juga disemangati dan dimotivasi oleh Wali Kota untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, didukung kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman.

Layanan Komplet
Kepala Puskesmas Mijen Yetti Nastiti menyebutkan puskesmas yang dipimpinnya memiliki layanan kesehatan yang relatif komplet, meliputi poliklinik umum dan poliklinik gigi. "Ada pula santun lansia, manajemen terpadu balita sehat (MTBS), imunisasi, laboratorium kesehatan ibu anak (KIA) dan keluarga berencana (KB), rawat inap, hingga layanan promosi kesehatan," katanya.

Untuk tenaga medis, ia menyebutkan Puskesmas Mijen memiliki tiga dokter umum, satu dokter gigi, sembilan bidan, sembilan perawat, satu tenaga epidemiologi, dua analis, dan apoteker. "Kami juga punya dua mobil puskesmas keliling. Dengan berbagai sarana prasarana ini, setidaknya kami bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 125-150 orang/hari," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom