LEBARAN 2015 : Angkutan Berat Dilarang Beroperasi 12-22 Juli 2015
Seorang petugas Dinas Perhubungan sedang mengatur lalu lintas truk angkutan barang di Klaten, Jawa Tengah, belum lama ini. Banyaknya biaya yang harus dibayar oleh pengusaha logistik dalam perjalanan, baik biaya resmi maupun tak resmi menjadikan industri ini menanggung bebab berat sehingga tidak kompetitif. (JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan)

Lebaran 2015 sebentar lagi tiba. Polri menyatakan angkutan berat nonsembako dan BBM dilarang beroperasi selama arus mudik.

Solopos.com, JAKARTA - Polisi menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2015. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Condro Kirono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Organda agar angkutan berat tidak beroperasi pada saat arus mudik Lebaran nanti.

"Memutuskan angkutan berat kecuali BBM [bahan bakar minyak] dan sembako itu tanggal 12 Juli tidak operasi hingga H plus tepatnya 22 Juli," katanya selepas menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Korlantas Polri di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2015).

Condro mengungkapkan jalur Pantura dimungkinkan ada kemacetan terutama di persimpangan jalan, SPBU, dan restoran. Kendaraan roda empat akan keluar Pejagan, sehingga pengamanan di Jateng akan diperketat.

Condro mengatakan terkait pengamanan ada bantuan dari Mabes Polri, ada pagar betis di sana. Untuk kendaraan roda empat dianjurkan ke Pejagan kemudian belok kiri menuju Brebes Timur.

"Walaupun belum selesai nanti tapi sudah bisa dilewati satu arah, nanti arus balik juga satu arah," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom