Calon penumpang memadati peron Stasiun Gambir, Jakarta saat musim mudik Lebaran tahun lalu. (JIBI/Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan)

Solopos.com, SOLO — Tiket pesawat berbagai jurusan kini ramai diburu calon pemudik. Sebagian dari mereka adalah penumpang kereta api (KA) yang tidak kebagian tiket sebagai imbas pemberlakuan sistem online.

Sales and Marketing Manager Garuda Indonesia Cabang Solo Endy Latief menyampaikan dua bulan menjelang Lebaran, penjualan tiket pesawat untuk arus mudik di atas 80%. Dia menyampaikan untuk arus mudik (Jakarta-Solo) yang ramai adalah H-4 hingga H-1 atau 24 Juli-27 Juli 2014. Sedangkan untuk arus balik (Solo-Jakarta) hingga kini permintaan belum terlalu tinggi.

Endy mengatakan tiket untuk 2 Agustus-3 Agustus yang sudah hampir penuh, yakni di atas 90%. “Tingginya penjualan ini juga karena ada limpahan yang tidak mendapat tiket KA,” ungkap Endy di Kantor Garuda Indonesia di Jl. Veteran Solo, Senin (12/5/2014).

Dia menjelaskan harga tiket saat arus mudik dan arus balik Lebaran diberlakukan harga batas atas, yakni mencapai Rp2 juta untuk kelas ekonomi. Endy menyampaikan meski tren permintaan lebih baik dari tahun sebelumnya, Garuda Indonesia belum berencana menambah flight saat arus mudik dan arus balik. Pihaknya ingin memaksimalkan rute yang ada (lima flight sehari) sambil melihat pergerakan permintaan pasar.

Tambah Kapasitas

Sementara Sales Representative Sriwijaya Air District Solo, Nur Sapto Siwi, menyampaikan hingga saat ini load factor telah mencapai 70%-80% untuk arus balik pada 25 Juli-27 Juli. Siwi menyebutkan tingginya permintaan dipengaruhi adanya limpahan dari calon penumpang yang tidak memperoleh tiket KA.

Dia mengatakan harga tiket Lebaran dijual pada harga Rp707.900 (harga normal) hingga Rp1.087.400 (batas atas). Menurut dia, diskon diberikan hanya kepada pengguna kartu kredit bank tertentu.

“Melihat tingginya permintaan saat Lebaran sangat memungkinkan untuk mengganti pesawat dengan kapasitas yang lebih besar, dari biasanya yang berkapasitas 120 dan 148 penumpang menjadi 168 atau 180 penumpang,” ujar Siwi.

Branch Manager Kalstar Aviation Solo, M. Ridwan, menuturkan peak season penerbangan dari dan menuju Kalimantan lebih panjang jika dibandingkan penerbangan dari dan menuju Jakarta. Hal ini karena tiket arus mudik sejak dua pekan sebelum Lebaran sudah banyak yang dipesan. Sedangkan arus balik diperkirakan akan terjadi hingga tiga pekan sebelum Lebaran.

Hal tersebut karena orang yag tinggal di Kalimantan biasanya jarang pulang sehingga waktu mudik biasanya lebih lama. “Pemesanan arus balik ke Banjarmasin saat ini sudah mencapai 80% sedangkan ke Balikpapan sekitar 70%. Kami optimistis mendekati Lebaran, pemesanan akan semakin tinggi,” kata Ridwan.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten