LEBARAN 2014 : Bakul Klewer Tambah Stok Jelang Lebaran
Ilustrasi aktivitas Pasar Klewer (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Tiga bulan menjelang Lebaran, pedagang di Pasar Klewer Solo, mulai mempersiapkan penambahan stok komoditas perdagangan mereka. Mereka menyiasati kendala penambahan kapasitas produksi yang tidak bisa dilakukan sekaligus.

Salah seorang pedagang di Pasar Klewer Muflikhatin menyampaikan penambahan stok sudah mulai dilakukan sejak pelaksanaan pemilihan legislatif selesai digelar. Selain kapasitas produksi yang tidak bisa langsung ditambah juga untuk mengantisipasi kesulitan distribusi akibat padatnya lalu lintas menjelang Lebaran.

Apalagi ada beberapa pembeli yang sudah menambah stok jauh-jauh hari sebelumnya karena ingin lebih fokus ibadah saat puasa dan ingin memperoleh barang yang lebih lengkap. Hal ini karena mendekati Lebaran, variasi barang mulai berkurang.

“Beberapa barang seperti taplak batik dan plastik, penambahan stok sampai 200% dari biasanya tapi hal itu dilakukan secara bertahap. Kalau kurang tidak menutup kemungkinan akan pesan lagi,” ungkap Muflikhatin saat ditemui wartawan di kiosnya, Jumat (25/4/2014).

Barang lain yang juga banyak diminati adalah mukena, seperti mukena Bali, lukis dan bordir. Namun saat ini penambahan stok belum banyak karena penjualan mukena mulai ramai dua pekan menjelang puasa.

Luar Kota

Muflikhatin mengatakan permintaan saat ini berasal dari bakul di luar kota, Jatim dan luar Jawa sudah ada yang mulai pesan meski belum terlalu banyak. Dia menyampaikan saat ini sudah ada penambahan penjualan sekitar 30% jika dibandingkan hari biasa. “Tapi agak waswas juga karena Lebaran kali ini berdekatan dengan pemilihan presiden [pilpres] jadi ada kemungkinan bakul-bakul itu wait and see yang bisa mengganggu transaksi,” ujarnya.

Pejabat Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Kusbani menyampaikan menjelang pemilu legislatif penjualan sempat menurun karena bakul hanya memesan via telepon dengan jumlah terbatas. Padahal biasanya bakul datang langsung ke pasar dan membeli barang dalam jumlah besar.

Dia juga mengaku saat ini sudah mulai menambah stok barang dagangan hingga 50% dari biasanya. Selain untuk memenuhi permintaan pelanggan juga karena fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Menjelang pergantian pemimpin, nilai tukar rupiah terhadap dolar [AS] sangat fluktuatif dan ada kemungkinan rupiah melemah. Apabila hal tersebut terjadi tentu memengaruhi harga produk tekstil,” kata Kusbani.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho