Ilustrasi kemacetan di tol. (Bisnis)

Solopos.com, SEMARANG — PT Jasa Marga Cabang Semarang, selaku pengelola ruas tol dalam Kota Semarang, memprediksi jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol yang menjadi kewenangannya itu akan mengalami lonjakan yang sangat signifikan saat masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

Manajer Traffick and Maintenance PT Jasa Marga Cabang Semarang, Ferza Gauthama, memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas selama masa mudik mencapai 20.258 unit. Lonjakan itu akan terjadi selama 10 hari, yakni saat masa arus mudik Lebaran yang ditetapkan mulai 29 Mei-9 Juni.

"Trafik pemudiknya tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu, karena sekarang gerbang tolnya dimundurkan ke Kalikangkung. Jadi ada 9 gardu induk di tol Semarang yang jadi perlintasanbuat pemudik. Kita perkirakan selama mudik, volume kendaraan yang masuk kemari naik 30% dibanding hari biasa atau sekitar 20.258 unit,” ujar Ferza saat dijumpai wartawan di kantor PT Jasa Marga Cabang Semarang, Gerbang Tol Manyaran, Selasa (21/5/2019).

Ferza menyebutkan naiknya volume kendaraan pemudik itu juga dipengaruhi faktor telah terhubungnya Tol Trans Jawa hingga ke Probolinggo. Kondisi itu pun membuat pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding naik moda transportasi umum untuk pulang ke kampung halamannya. Apalagi, masa libur Lebaran nanti terbilang cukup panjang.

“Lonjakan pemudik akan terasa di gerbang-gerbang tol dalam kota. Estimasi kami volume pemudik di tiap gerbang tol bisa mencapai 2.600 kendaraan per hari. Kemungkinan gerbang tol yang sepi hanya di Gayamsari yang menuju ke Demak dan Kudus,” ujar Ferza.

Menurut Ferza puncak arus mudik di tol dalam Kota Semarang akan terjadi mulai 31 Mei, 1 Juni dan 2 Juni. Untuk puncak arus baliknya akan muncul dua hari pada 8 Juni dan 9 Juni.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten