Layak Dicoba, 5 Hobi Sederhana Ini Bisa Cegah Pikun
Ilustrasi membaca buku untuk menghabiskan waktu tanpa kehadiran kekasih di sisi Anda. (magforwomen.com)

Solopos.com, SOLO – Setiap manusia pastinya memiliki hobi, entah traveling atau jalan-jalan atau yang sederhana saja seperti membaca buku. Yang jelas kegiatan itu  biasanya identik dengan sesuatu yang menyenangkan saat melakukannya.

Selain itu, hobi juga dapat dilakukan saat waktu luang atau dapat menemani waktu akhir pekan setelah lelah bekerja. Namun tahukah Anda ternyata Ada beberapa hobi yang dapat membuat orang memiliki otak encer dan terbebas dari pikun lho.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan seseorang dalam menganalisis menurun. Hal ini karena terjadinya kerusakan pada sel-sel saraf di beberapa bagian otak.

Namun kondisi yang bernama lain Demensia ini juga dapat dialami oleh mereka yang masih muda. Faktor-faktor penyebabnya seperti pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, merokok, dan kecanduan alkohol. Tetapi jangan khawatir berikut ini lima hobi yang dapat meningkatkan kinerja dan mencegah kerusakan otak seperti melansir dari Life Hack, Senin (4/5/2020):

Karyawati Perusahaan Swasta Di Masaran Sragen Gantung Diri, Depresi?

Membaca apa saja

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa membaca dapat meningkatkan konektivitas di korteks temporal kiri otak, yaitu bagian otak yang berhubungan dengan penyerapan informasi.

Ini terjadi karena aktivitas tersebut dapat merangsang pertumbuhan jalur saraf baru karena Anda menyerap informasi baru. Tak hanya itu, membaca mampu melenturkan bagian-bagian otak yang berurusan dengan pemecahan masalah, melihat pola, dan menafsirkan apa yang orang lain katakan kepada Anda tentang perasaan mereka.

Hal tersebut memungkinkan terjadinya peningkatan daya ingat dan melatih bagian-bagian otak yang memungkinkan adanya imajinasi. Anda dapat membaca apapun yang disukai agar otak lebih berenergi, termasuk komik dan artikel-artikel ringan di Internet.

Bermain musik

Bermain musik menjadi hobi yang bisa mencegah pikun (ilustrasi/freepik)
Bermain musik menjadi hobi yang bisa mencegah pikun (ilustrasi/freepik)

Penelitian yang dilakukan oleh Boston Children’s Hospital pada 2014, menunjukkan bahwa anak-anak yang bisa bermain alat musik mengalami peningkatan kemampuan verbal dengan bicara lebih cepat dan lancar.

Penelitian lainnya juga dilakukan oleh para ilmuan neuro, mereka melakukan sebuah eksperimen tentang manfaat instruksi musik terhadap peningkatan fungsi kognitif memori, pemecahan masalah, pemrosesan sekuensial, serta pengenalan pola.

Peneliti tersebut juga menjelaskan bahwa menggunakan alat musik saat usia dewasa, setengah baya, atau tua dapat menghasilkan efek neurologis yang sama seperti pada anak-anak.

Jadi, Semakin muda Anda belajar bermain musik, maka semakin banyak manfaat yang didapat. Selain itu, bermain alat musik juga dapat memengaruhi kecepatan otak dalam memproses informasi, yang berguna saat Anda belajar atau mengerjakan soal. Tidak harus dengan ikut les, Anda dapat belajar sendiri melalui Youtube misalnya.

Olahraga teratur

Berolahraga dapat meningkatkan daya ingat terhadap objek, termasuk pelajaran. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dartmouth College pada 2009, rutin olahraga membuat otak menghasilkan suatu zat protein bernama Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dalam aliran darah. Artinya saat darah mengalir melalui otak, sel-sel menyerap protein ini, yang bertanggung jawab untuk peningkatan memori dan fokus.

Selain itu, BDNF juga berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, misalnya, daya ingat jangka panjang tentang apa yang dipelajari. Agar olahraga tidak menjadi beban, pilih satu kegiatan yang palingAnda sukai dan lakukan dengan konsisten. Misalnya berenang, bersepeda atau jogging.

Belajar Bahasa Baru

Sama seperti kemampuan bermain alat musik, kemampuan berbicara dalam beberapa Bahasa juga dapat memperbaiki fungsi eksekutif pada otak. Empat area dalam otak digunakan saat Anda mengambil suara, memberikan arti, dan kemudian menanggapinya. Berbeda dengan yang lainnya, kelompok orang bilingual memiliki lebih banyak materi abu-abu di pusat bahasa mereka.

Hasil riset Cerebrum pada 2012 mengatakan, orang-orang bilingual lebih cepat menyelesaikan game puzzle atau teka-teki, membuat perencanaan, dan manajemen tugas, karena otaknya lebih fokus dan bisa beralih tugas dengan cepat. Tidak hanya itu, jika Anda terbiasa menerima pesan atau suara dari dua bahasa berbeda dan memilih bahasa mana yang akan didengar, ini akan memaksa area otak berfungsi lebih baik.

Mempelajari bahasa pada tahap apa pun dalam kehidupan seseorang memiliki efek kuat yang sama pada otak sehingga membuatnya lebih pintar. Anda dapat memulai mempelajari Bahasa asing dengan memanfaatkan banyak aplikasi daring yang praktis bahkan gratis. Selain itu, Anda dapat belajar di mana saja dan kapan saja.

Bermain game

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Leiden University pada 2012, bermain game dapat mengembangkan working memory atau sebuah sistem di otak yang bertugas untuk menyimpan dan memproses informasi, baik informasi baru maupun lama. Lalu, menurut hasil riset Charite pada 2013, bermain game juga dapat memperbaiki performa navigasi ruang, perencanaan strategis, dan performa motorik.

Bahkan, jika Anda bermain game selama 30 menit sehari, ini dapat meningkatkan gray matter di otak, yaitu bagian otak yang menjadi pusat syaraf. Namun perlu digaris bawahi game yang dimaksud adalah game yang dapat membuat seseorang berfikir dan memecahkan masalah seperti, teka-teki silang, puzzle dan lain sebagainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom