ilustrasi pemilu. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Didik Rudiyanto, seorang pengacara dan pegiat antikorupsi asal Weru, Sukoharjo, berniat maju sebagai calon bupati (cabup) lewat jalur perseorangan atau independen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020.

Didik mantap maju Pilkada lewat jalur karena menilai masyarakat sudah jengah dengan kandidat dari partai politik (parpol).

“Masyarakat sudah bosan dan tak percaya dengan parpol. Ini salah satu pertimbangan saya maju sebagai calon jalur independen,” kata Didik saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (8/8/2019).

Sesuai UU No. 7/2017 tentang Pemilu, minimal dukungan calon perseorangan yang maju pada pilkada sekitar 10 persen dari jumlah pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu.

Jumlah pemilih pada Pemilu 2019 di Sukoharjo lebih dari 600.000 orang. Artinya, Didik harus mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) minimal 60.000 orang.

Didik tak memungkiri syarat pencalonan jalur independen sangat berat. Namun, ia optimistis mampu memenuhi persyaratan dukungan dari masyarakat.

“Dalam waktu dekat ada deklarasi sukarelawan barisan rakyat Sukoharjo makmur [Barasukma] setelah peringatan Hari Ulang Tahun [HUT] Kemerdekaan RI. Sukarelawan itu bakal disebar di setiap desa/kelurahan di Sukoharjo,” ujar dia.

Didik menargetkan mendapatkan dukungan 400 orang di setiap desa/kelurahan. Di Sukoharjo, ada 167 desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan. Apabila target itu terealisasi, Didik mendapatkan dukungan masyarakat lebih 60.000 orang.

Didik berprofesi sebagai pengacara dan praktisi hukum. Belakangan ini Didik aktif sebagai pegiat antikorupsi di Sukoharjo. Dia menjabat Ketua Umum Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI) yang fokus dalam pencegahan penyelewengan dana atau korupsi.

Sebelumnya, Didik pernah menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (FK-LSM) Sukoharjo. Sementara itu, Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sukoharjo, Edy Budiyono, mendorong munculnya cabup-cawabup jalur independen pada Pilkada Sukoharjo.

Munculnya calon independen membuat masyarakat memiliki banyak pilihan dalam menentukan calon kepala daerah. “Semakin banyak calon yang mendaftar sebagai cabup-cawabup, semakin banyak pilihan untuk pemilih. Artinya, proses demokrasi berhasil dibangun,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten