Lawan Corona, Anies Baswedan: Kalau Ingin Bela Bangsa, Tinggal di Rumah!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjawab pertanyaan wartawan usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Kamis (27/2/2020). (Bisnis-Aziz Rahardyan)

Solopos.com, SOLO -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerukan agar masyarakat untuk tetap berada di rumah agar tidak terlibat penyebaran virus corona. Dengan melakukan aktivitas di rumah, penularan virus corona akan berkurang.

Meski belum menetapkan opsi lockdown untuk wilayahnya, Anies Baswedan membatasi warganya dengan langkah limited movement yang berguna mencegah penyebaran corona.

Dicerca Soal Guru Honorer, Begini Respons Mendikbud Nadiem Makarim

Mantan Mendikbud ini mengatakan jika dahulu bela negara harus keluar dari rumah dan berperang, kini masyarakat harus berada di rumah.

"Kalau ingin membela bangsa hari ini tinggal lah di rumah. Itu cara bela bangsa hari ini. Dengan tinggal di rumah, kita mengamankan negara dan bangsa. Ini berbeda dengan tantangan dulu. Kalau sekarang bela bangsa harus di rumah kalau dulu harus keluar," ujar Anies Baswedan di acara Indonesia Lawyers Club yang tayang di TV One, Selasa (17/3/2020).

Kecelakaan Truk Terguling Sragen Bikin Lalu Lintas di Jl. Ring Road Utara Tersendat

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan segala aktivitas di rumah dan tidak pulang kampung.

Untuk mengatasi penyebaran virus corona, pihaknya juga mengaku berdiskusi dengan ahli epidemiologi karena corona sudah menjadi wabah di masyarakat.

Hasil Liga Italia: Juventus Hantam Inter Milan

"Konsultasi kita banyak dengan ahli epidemiologi yang menguasai wabah. Menurut saya, ini harus jadi perhatian. Seringkali kita bicara Covid-19, cara penyembuhannnya memang betul tapi karena ini kejadiannya serempak. Health care system kemampuannya terlampaui yang harus ditangani. Apa yang dilakukan banyak tempat? Bergerak di awal mencegah perluasan jika ada kasus atau lebih rileks membiarkan tumbuh ketika menanjak [baru] dilakukan langkah cepat," lanjutnya.

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah dengan memonitor harian perkembangan pasien positif corona di Jakarta. Melihat lonjakan data pasien positif corona yang sangat tajam, Anies Baswedan memutuskan untuk menerapkan limit movement.

5 Santri dan 1 Kiai di Grobogan Meninggal Tenggelam di Lubang Bekas Galian C

Opsi Lockdown

Solusi lockdown pernah mencuat untuk mengatasi penyebaran virus corona di Jakarta. Meskipun begitu, melihat kondisi Jakarta yang terintegrasi dengan wilayah lainnya sehingga tak mudah melakukan lockdown di ibu kota.

"Membicarakan skenario-skenario yang terjadi. Kita menyadari Jakarta terintegrasi. Jadi tidak mungkin kita melakukan [lockdown] di Jakarta karena interaksi sudah jadi satu. Sebagian yang di Jakarta tinggalnya bukan di wilayah adminstratif Jakarta. Karena pergerakan orangnya di wilayah Jabodetabek. Seperti yang disampaikan ada 14 tenaga kesehatan yang terpapar. Mereka bukan warga DKI tapi bekerja di DKI," imbuhnya.

Kisah Tragis: Pasien Puksesmas Pulang Sambil Gendong Jasad Bayi

Meski opsi lockdown tidak dilakukan, ketika disinggung mengenai stok pangan, Anies Baswedan telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Menurutnya, Bulog saat ini mempunyai cadangan pangan hingga dua bulan.

"Bulog punya stok dua bulan. Tapi kita hindari itu. Mari secara serius membangun kesadaran untuk membatasi pergerakan. Nomor satu setiap kali ada kasus, kita bergerak untuk melakukan tracing," tukas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom