Bambang Nurdiansyah saat melatih Persita Tangerang, beberapa waktu lalu. Bambang resmi ditunjuk menangani PSIS Semarang. (Instagram @bnurdiansyah)

Solopos.com, SEMARANG – PSIS Semarang secara resmi menunjuk Bambang Nurdiansyah sebagai pelatih kepala menggantikan Jafri Sastra yang dipecat, beberapa waktu lalu.

Banur, sapaan Bambang Nurdiansyah, bahkan siap melakoni debut sebagai pelatih kepala saat PSIS Semarang melakoni laga lanjutan Liga 1 kontra Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Selasa (20/8/2019).

Penunjukkan Banur sebagai pelatih kepala itu diumumkan secara langsung CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, di Bekasi, Senin (19/8/2019) malam. Yoyok mengaku Banur sebenarnya sudah mulai bekerja sebagai pelatih PSIS Semarang sejak beberapa hari terakhir. Namun, pihaknya baru bisa mengumumkan secara resmi posisi Banur sebagai pelatih kepala setelah menyelesaikan urusan administrasi di PT Liga.

“Secara resmi per hari ini PSIS Semarang dilatih Bambang Nurdiansyah. Jadi lawan Bhayangkara besok dia yang memimpin. Mudah-mudahan dengan datangnya pelatih baru, bisa membawa angina baru, semangat baru, dan PSIS Semarang bisa segera bangkit,” ujar Yoyok.

Sementara, Banur mengaku senang bisa menangani PSIS Semarang. Meski pun kondisi skuat berjuluk Mahesa Jenar itu tengah terpuruk.

PSIS Semarang dalam empat laga terakhir menelan kekalahan beruntun. Rentetan hasil buruk itu pun membuat PSIS Semarang untuk saat ini berada di urutan ke-12 klasemen Liga 1.

“Terima kasih kepada manajemen PSIS Semarang yang sudah menunjuk saya. Berada di PSIS Semarang bukan hal baru bagi saya. Sebelumnya saya sudah dua kali menangani PSIS, ini berarti yang ketiga. Harapan saya, tentu ingin mengulang kembali prestasi seperti tahun 2005 lalu. Saat itu, PSIS bisa finis di urutan ketiga [Liga Indonesia],” ujar Bambang.

Sebelum resmi menangani PSIS Semarang, Banur berstatus sebagai pelatih tim Liga 2, Cilegon United. Bersama Cilegon United, prestasi Banur tidak terlalu buruk. Pelatih berusia 58 tahun itu mampu membawa Cilegon United bersaing di posisi kelima klasemen Liga 2 Wilayah Barat dan berpeluang lolos ke perempat final.

“Saya merasa tertantang di PSIS. Saya yang menghubungi Mas Yoyok. Tapi saya menghubungi saat PSIS dalam kondisi terpuruk. Berarti, saya tertantang untuk membawa tim ini bangkit,” ujar Banur.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten