Laris Banget, Warung Sate di Sragen Ini Habiskan 55-60 Kelinci/Hari

Warung sate kelinci Pak Peng di Jl. Maospati-Solo, Lemah Abang, Sambungmacan, Sragen ramai dikunjungi pembeli. Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, pernah makan sate di sini.

 Peng, 45 membakar sate kelinci di warung sate kelinci Pak Peng, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Peng, 45 membakar sate kelinci di warung sate kelinci Pak Peng, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Olahan daging kelinci khususnya sate kelinci memang banyak terdapat di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Namun, di Kabupaten Sragen ada salah satu warung sate kelinci yang mencuri perhatian, khususnya bagi warga yang melintas di Jl. Maospati-Solo, Lemah Abang, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Namanya Warung Sate Kelinci Pak Peng.

Warung sate kelinci ini sangat laris. Bagaimana tidak, warung sate kelinci yang menempati kios di pasar desa tersebut bisa menghabiskan 55-60 ekor kelinci/hari. Pelanggannya dari semua lapisan masyarakat, termasuk Bupati hingga putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

PromosiKetika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Solopos.com berkunjung ke warung sate kelinci Pak Peng itu pada Selasa (18/1/2022) menjelang jam makan siang. Meja makan hampir dipenuhi para pelanggan. meja makan terbai di kios serta lapak di depan kios. Sedangkan area parkir dipenuhi kendaraan roda dua, mobil, dan truk.

sate kelinci pak peng sragen
Warung sate kelinci Pak Peng di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Selasa (18/1/2022).(Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Baca Juga: Turun Temurun hingga 40 Tahun, Ini Rahasia Kelezatan Sate Ayam Pak Bagong Sragen

Sesuai namanya, warung sate ini miliki pria bernama karib Peng. Usianya 45 tahun. Ia membakar sendiri tusukan daging kelinci di atas arang yang membara dikipasi blower

Tidak sampai 10 menit, satu porsi sate kelinci dihidangkan di meja makan dan dua piring lain. Piring pertama berupa sate dengan bumbu kecap, irisan cabai, bawang merah, dan tomat. Piring kedua berisi kubis. Dan piring tiga berupa nasi putih yang porsinya lumayan banyak.

Seporsi sate kelinci berisi tujuh tusuk berisi irisan daging, hati, dan kulit. Sekilas sajiannya serupa dengan sate kambing. Namun yang beda adalah tekstur dagingnya yang lebih terasa empuk, kenyal, dan manis. Taburan sedikit merica membuat daging terasa hangat di badan.

Baca Juga: Ini Dia Kawasan yang Jadi Jalan Kulinernya Kabupaten Sragen

Sedangkan kulitnya terasa alot. Bagian kulit mungkin ada yang tidak suka, namun itu soal selera. Secara umum, potongan yang ditusuk sedikit saja mengandung lemak.

Sate Kelinci Pak Peng dirintis di Sragen sejak 2001. Peng semula memulai usaha sate kelinci ini dari iseng. Ia belajar mengolah daging kelinci dari kakeknya,  namun dari situ justru olahan satenya diminati banyak orang.

Langganan Bupati

Selain warga, dan wisatawan, pelanggan Warung Sate Pak Peng banyak juga dari kalangan tokoh publik. Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono dan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pernah makan di sini.

Baca Juga: Ini Dia Warung Tumpang Legend di Sragen, Bukanya Mulai Tengah Malam

Foto bersama Kaesang Pangarep terpasang di lapaknya. Rupanya Direktur Utama Persis Solo tersebut pernah dua kali menyantap sate kelinci Pak Peng.

“Pas Covid-19 ini para peminatnya tambah banyak. Orang mencari untuk menambah stamina,” kata Peng.

Omzet penjualannya sempat turun 20% akibat beroperasinya jalan tol. Para pelanggan kalangan pengguna jalan beralih ke tol.

Peng mengaku bisa menghabiskan 55-60 ekor kelinci per hari. Kelinci tersebut dikirim dari berbagai daerah di sekitar lereng Gunung Lawu serta dari Tuban. Dia mengklaim daging kelinci tidak mengandung kolesterol penyebab darah tinggi.

Baca Juga: Soto Sarinah, Soto Murah Meriah di Karanganyar yang Dipadati Pembeli

Adapun sate kelinci dan tongseng ia jual Rp18.000/porsi. Sedangkan paket sate kelinci atau tongseng kelinci dengan nasi serta es Rp24.000/porsi. Rica-rica kelinci  dijual Rp10.000/ porsi atau Rp16.000/porsi lengkap dengan nasi dan es teh.

Peng membuka cabang kedua pada 10 Januari 2022 di Dukuh Karanganyar, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, tepatnya seberang pabrik tekstil. Jam buka warungnya mulai 09.00-21.00 WIB.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.

Petani Milenial Sukoharjo: Hasil Panen Bisa untuk Healing dan Perawatan

Petani milenial kini tak harus terjun ke sawah karena ada banyak kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, salah satunya bidang pemasaran.

Ratusan Buku Belanda di Museum Radya Pustaka Jarang Dibaca, Ini Isinya

Ratusan buku berbahasa belanda di Perpusatakaan Museum Radya Pustaka Solo jarang dibaca oleh pengunjung.

Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh lebih populer dijajakan di angkringan, sementara kopi di kafe-kafe berkelas. Ada alasan di balik fenomena tersebut.

Cerita Gema Salam Dampingi Napiter Asal Klaten saat Bebas dari Lapas

Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten.

Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Meski tak punya kebun teh, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin Kabupaten Sragen memiliki teh khas.

Peran Sendang Siwani Wonogiri dalam Kisah Sambernyawa Lawan Kompeni

Menurut Juru Kunci Sendang Siwani, Slamet Riyadi, dahulu Sendang Siwani bernama Belik Lenggong.

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Kenalkan Ranu Asmoro, Dekorator Pernikahan Langganan Keluarga Jokowi

Dekorasi pernikahan Ketua MK dengan adik Presiden Jokowi dilakukan oleh Ranu Asmoro. Ranu merupakan pria yang menjadi langganan mendekorasi pernikahan keluarga Jokowi.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Solo Sekarang

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 21 Mei 2022.