Laptop paling mematikan di dunia, The Persestence of Chaos. (The Verge)

Solopos.com, SOLO – Memakai lptop bervirus jelas sangat berbahaya. Itulah sebabnya banyak orang panik ketika perangkat komputer mereka terserang virus. Namun, kali ini justru ada laptop dengan enam virus berbahaya di dunia yang terjual dengan harga fantastis.

Seniman Internet China, Gou O Dong, tak ragu menjual laptop bervirusnya dengan harga selangit. Keenam virus berbahaya itu bersarang di netbook Samsung NC-10 keluaran 2009. Virus yang bersarang di dalamnya adalah enam maleware paling mematikan di dunia.

Keenam virus tersebut dikenal paling berbahaya karena telah menimbulkan kerugian sekitar US$95 miliar atau setara Rp1.366. Meski sangat berbahaya, Guo O Dong tetap pasang harga tinggi untuk gadget tersebut. Laptop itu dijual bukan untuk dimanfaatkan sebagai penunjang kerja. Melainkan sebuah karya seni yang diberi nama The Persistence of Chaos.

“Dalam bayangan kami, hal buruk yang terjadi di komputer tidak benar-benar mampu memengatuhi kami. Tetapi, ini jelas sangat tidak masuk akal. Virus adalah senjata yang menyerang jaringan listrik atau infrastruktur publik dan menyebabkan kerusakan,” kata Guo O Dong seperti dikutip dari The Verge, Kamis (30/5/2019).

Guo O Dong membuat laptop berbahaya itu lewat kerja sama dengan DeepInstinct, firma keamanan siber di New York, Amerika Serikat. Nah, laptop dengan enam virus mematikan itu kini sedang dilelang secara online.

Laptop The Persestence of Chaos ditawarkan mulai harga US$1,2 juta atau sekitar Rp17 miliar. Harga tersebut termasuk unit laptop, yakni kabel daya dan script untuk restart. Setelah ada yang membeli, konektor dan fungsi Internet laptop berukuran 10,2 inci yang menjalankan sistem operasi Windows XP SP3 itu bakal dimatikan.

Adapun keenam virus yang berada di dalam The Persistence of Chaos adalah ILOVEYOU yang menyebar via e-mail dan file sharing di awal dekade 2000-an. Virus tersebut menginfeksi lebih dari 500.000 komputer dan menimbulkan kerugian hingga US$15 miliar atau sekitar Rp215 triliun.

Selanjutnya, MyDoom, yang diduga buatan spammer e-mail asal Rusia. Ini merupakan jenis cacing yang penyebarannya paling cepat dan telah menimbulkan kerugian sekitar US$38 miliar atau Rp546 triliun.

Ada juga SoBig yang merupakan cacing dan trojan yang menyebar lewat e-mail sebagai spam. Virus ini bisa menyalin dan mengirimkan file sendiri via email. Virus ini juga merusak hardware dan software komputer. Nilai kerugian kumulatif yang disebabkan virus ini mencapai US$37 miliar atau Rp531 triliun.

Tak ketinggalan, ada pula virus WannaCry yang merupakan sebuah ransomeware. Virus ini menyandera komputer dan meminta uang tebusan dari korban. Jumlah kerugian yang ditimbulkannya sekitar US$4 miliar atau Rp57 triliun.

Maleware canggil yang merebak di Amerika Latin, DarkTequila juga tertanam di dalam The Persistence of Chaos. Virus ini mencuri informasi rekening bank dan data perusahaan yang menimbulkan kerugian ratusan juta dolar. Terakhir, virus yang bersarang di The Persistence of Chaos adalah BlackEnergy. Virus ini dipakai dalam serangan siber yang mematikan listrik skala besar di Ukraina pada Desember 2015.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten