LAPORAN PALSU KLATEN : Nekat Selingkuh dengan Waria, Totok: Kata Teman Enak

 Foto Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

SOLOPOS.COM - Foto Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Laporan palsu warga Klaten berawal dari perbuatannya sendiri berkencan dengan Waria.

Solopos.com, KLATEN – Warga Balong, Trunuh, Klaten Selatan, Totok Purnomo, 30, akhirnya mengakui perbuatannya berkencan dengan seorang waria. Totok yang sempat menutupi perbuatannya dengan membuat laporan palsu ini mengaku penasaran berkencan dengan waria setelah mendengar penyataan temannya.

“Kata teman enak, makanya saya ingin mencoba. Ya menyesal lahir dan batin,” kata Totok kepada Solopos.com, Selasa (8/9/2015).

Dia mengaku baru kali pertama berkencan dengan waria. Saat ini, Totok sudah beristri serta memiliki seorang anak.

Sebelumnya, Totok mengaku nekat membuat laporan palsu agar perbuatannya tak diketahui oleh keluarga dan teman-temannya. Totok berkencan dengan seorang waria di Jl. Diponegoro, Klaten¸ pada Sabtu (22/8/2015) malam.

Totok melapor ke polisi dengan alasan menjadi korban penodongan. Dengan meyakinkan, Totok bercerita dirinya dipepet oleh dua orang berboncengan sepeda motor Yamaha RX King. Ia lantas dihentikan dan ditodong menggunakan pisau lipat. Penjambret yang merupakan tokoh karangan tersangka mengambil ponsel, kaos, helm, serta dompet berisi uang Rp300.000.

Mendengar laporan Totok, aparat lantas melakukan penyelidikan. Namun, dari hasil penyelidikan petugas menemukan sejumlah kejanggalan. “Karena pengaduan kami anggap serius, kami lakukan penyelidikan. Tetapi, ternyata selama penyelidikan kami menemui kejanggalan kalau laporan terlihat dibuat-buat,” jelas Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Farial Ginting, Selasa.

Setelah dilakukan pemeriksan intensif, aparat berhasil membongkar kebohongan yang dilakukan Totok. “Ternyata pengakuan beliau, laporan itu palsu. Tidak ada penjambretan, tidak ada pengendara sepeda motor yang memepet dan merampas barang. Itu semua karangan beliau untuk menutupi kejadian sebenarnya,” katanya.

Totok beralasan laporan palsu yang ia bikin lantaran kebingungan tak punya alasan ketika pulang dalam kondisi tak mengenakan baju serta celana.

Atas perbuatannya, Totok dijerat Pasal 220 KUHP tentang Pengaduan Palsu dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan. “Kami imbau masyarakat jangan membuat pengaduan palsu. Karena begitu masuk ke polisi, justru akan kena sendiri,” kata Kasatreskrim.


Berita Terkait

Berita Terkini

Elite PKS Berseloroh Dukung Ganjar Capres, Indikasi Menyeberang?

PKS, kata Mardani, memiliki prinsip bekerja sama dengan sosok-sosok yang memiliki integritas tanpa memandang ras, agama, ataupun sukunya.

Ganjar Dapat Paket Berlogo Persis Solo dari Lulusan Inggris, Ini Isinya

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendapat sebuah paket berlogo Persis Solo dari dua anak muda asal Solo dan Jogja yang baru lulus dari universitas di Inggris.

Kombinasi Gagal Ginjal dan Stroke Seperti Oddie Agam, Picu Kefatalan?

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, musikus senior Oddie Agam bukan hanya menderita stroke, tetapi juga terkena komplikasi, termasuk sakit ginjal.

Pacu Eskpor, UKM Diajak Manfaatkan Banyak Program Kemendag

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung UKM hingga mampu menembus pasar ekspor.

Pengamat: PDIP Takkan Pecah Selagi Masih Ada Mega

Diamnya Megawati justru perlu dimaknai bahwa dia sedang mengamati dan menganalisis perkembangan dari segala aspek

Persis Solo Menang, Warga Semanggi Ini Bagi-Bagi Kue Gratis

Seorang warga Semanggi, Gandhi Iwan Soekarno, 30, memiliki cara tersendiri saat merayakan kemenangan saat Persis Solo mengalahkan PSCS Cilacap dengan skor 2-0.

UMR Jateng 2022 Diusulkan Naik 10% Jadi Rp1,9 Juta

Kaum buruh di Jawa Tengah meminta UMP atau UMR 2022 naik 10% menjadi Rp1,9 juta yang disesuaikan dengan standar kelayakan hidup.

Posisi 15 Kades Kosong, Pemkab Klaten Tak Berencana Gelar PAW

Pemkab Klaten tidak memilih opsi PAW karena saat ini sedang pandemi Covid-19, butuh anggaran banyak, dan kurang memerhatikan asas demokrasi.

12 Sekolah di Semarang Ini Belum Gelar PTM, Ini Alasannya

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sudah berlangsung hampir dua bulan.

Ini Dia Juri Festival Film Indonesia 2021, Siapa Saja?

Komite Festival Film Indonesia (FFI) mengumumkan nama-nama juri tahap akhir.

Kisah Kades Gatak Klaten, Beri Pelayanan Terbaik Meski Kondisi Drop

Di tengah kondisi batin yang dilanda kesedihan, Walino harus tetap memberikan pelayanan optimal kepada warga.

Serem! Pria Ini Diganggu Makhluk Halus Hingga Terjungkal dan Terseret

Seorang pria yang tengah melakukan pemanasan sebelum berolahraga dikagetkan dengan alat kebugaran yang bergerak sendiri.

Makam Misterius di Solo Baru Ternyata Ada Hubungan dengan Keraton Solo

Makam misterius di tengah trotoar jalan utama Solo Baru, Sukoharjo, ternyata memiliki hubungan sejarah dengan Keraton Solo, begini ceritanya.

Sidang Perdana Kasus Nasabah Gugat Bank Mandiri Di PN Kudus

Gugatan nasabah terhadap PT Bank Mandiri Kantor Cabang (Kancab) Kudus terkait dugaan pembobolan rekening mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kudus.