LAPAS SLEMAN DISERBU : Pangdam IV/Diponegoro Bantah Keterlibatan TNI Dalam Penyerangan Lapas Cebongan
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso

MAGELANG -- Panglima Kodam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso membantah bahwa prajurit TNI terlibat penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Jogjakarta, yang menewaskan empat tahanan yang diduga terlibat pembunuhan anggota Kopasus Sertu Santoso.

"Bukan dari prajurit TNI, tidak ada prajurit yang terlibat. Saya bertanggung jawab penuh sebagai Pangdam IV/Diponegoro," katanya usai upacara penutupan Dikmaba TNI AD Tahap I TA 2012 di Kodam IV/Diponegoro di Lapangan Rindam Magelang, Sabtu (23/3/2013).

Pangdam menuturkan pada Rabu (19/3/2013) ada dua anggota Kodam IV/Diponegoro yakni Serka Santoso dan Sertu Priyono yang sedang menjalankan tugas, satu dibunuh dan satunya dibacok oleh preman.

"Sejak kejadian itu kami cari pelaku dan sudah tertangkap," katanya.

Ia memperingatkan pada preman jangan pernah lagi melukai petugas, baik tentara maupun polisi yang sedang melaksanakan tugas di wilayah Kodam IV/Diponegoro yang meliputi Provinsi Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pangdam mengatakan, penyerangan Lapas Cebongan oleh orang tidak dikenal pada Sabtu dini hari masih dalam penyelidikan.

"Sampai sekarang masih diselidiki," katanya.

Perlu diingat, katanya, soliditas TNI dan Polri sangat kokoh di wilayah hukum Kodam IV/Diponegoro.

Menyinggung adanya dugaan senjata TNI yang digunakan pada penyerangan lapas, dia mengatakan bukan. "Setelah kejadian saya apelkan seluruh komandan satuan, baik komandan satuan yang ada di organik TNI maupun yang nonorganik dan mereka bertanggung jawab. Saya bertanggung jawab penuh terhadap semua yang ada di Kodam IV/Diponegoro," katanya.

Ia menegaskan tidak mungkin TNI ada yang terlibat dalam penyerangan tersebut, karena hasil penelitian tadi malam jaminan dari komandan satuan mereka, semua mampu mengkondisikan semua prajuritnya.

Menyinggung dugaan penggunaan senjata laras panjang dalam penyerangan lapas, dia mengatakan banyak sekali senjata yang beredar di masyarakat, baik laras pendek maupun laras panjang.

Ia mengatakan, TNI siap membantu mencari pelaku penyerangan lapas


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho