LAPAS SLEMAN DISERBU: Autopsi Jenazah Dikawal Ketat Polisi Bersenjata Laras Panjang
Ilustrasi/dok
Ilustrasi/dok

SLEMAN—Proses autopsi keempat jenazah korban penyerangan sekelompok orang bersenjata api di LP Cebongan pada Sabtu (23/3/2013) dini hari mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi.

Puluhan anggota polisi, sebagian lengkap dengan senjata api laras panjang, tampak berjaga di lingkungan Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Jogja sejak sekitar pukul 09.00 WIB. “Dari kami ada satu pleton,” kata Komandan Pleton Satuan Brimob Polda DIY, Aiptu Sigit Noor saat ditemui Harian Jogja di depan ruang otopsi forensik, Sabtu siang.

Sigit membenarkan semua anggotanya dilengkapi senjata api laras panjang. Mereka khusus ditugaskan menjaga proses autopsi yang dimulai sejak pukul 11.45 WIB hingga selesai.

“Kami belum tahu tugas selanjutnya,” jelas Sigit. Bersama satu anggotanya, Sigit mengimbau setiap awak media yang datang agar tidak mengambil gambar selama proses autopsi berlangsung.

Selain itu, Sigit juga menyampaikan pesan tim medis dari RSUP Dr. Sardjito tidak bersedia memberi keterangan kepada wartawan ihwal proses ataupun hasil otopsi. Pengamanan proses autopsi tampak berlapis. Selain di depan ruang autopsi forensik, sejumlah anggota Satbrimobda DIY juga berjaga di ruang tunggu Instalasi Kedokteran Forensik.

Sedangkan puluhan anggota dari Polres Sleman, yang sebagian juga membawa senjata api laras panjang,  berjaga di luar Instalasi Kedokteran Forensik. “Ada dari Polres Sleman, Polsek Mlati, Polsek Bulaksumur, dan Polsek Depok Timur. Jumlah totalnya berapa saya tidak tahu,” kata salah satu anggota Polsek Depok Timur yang enggan disebut namanya.

Banyaknya anggota polisi di sekitar Instalasi Kedokteran Forensik membuat sejumlah pengunjung tampak penasaran. Meski demikian, suasana di lingkungan RSUP Dr. Sardjito terpantau kondusif.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho