Pelantikan puluhan pejabat eselon II, III, dan IV di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Jumat (4/10/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik 89 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Sragen di Pendapa Sumonegaran Rumdin Bupati Sragen, Jumat (4/10/2019) siang.

Bupati meminta lima pejabat eselon II yang baru mengejar target yang ditentukan Bupati pada 2019. Puluhan pejabat yang dilantik tersebut terdiri atas lima pejabat eselon II, 27 pejabat eselon III, dan 57 pejabat eselon IV.

Baca juga: Bupati Sragen Lantik 5 Pejabat Eselon II Hasil Lelang Jabatan Siang Ini

Dari sekian pejabat yang dimutasi sebanyak 57 pejabat yang dipromosikan dan 32 pejabat dimutasi. Lima pejabat eselon II baru itu meliputi: 1. Raden Suprawoto yang semula menjabat Kabag Umum dan Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) dipromosikan menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sragen 2. Tedi Rosanto yang semula menjabat Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sragen menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen. 3. Samsuri yang semula menjabat Camat Sragen Kota menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 4. Sutrisna yang sebelumnya Kabag Kesra menjadi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). 5. Cosmas Edwi Yunanto yang semula Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol).

“Saya minta pejabat eselon II yang baru bisa mengejar target. Disperkim segera penataan infrastruktur, penataan sanitasi lingkungan, solusi banjir di sudut-sudut kota, dan penataan taman kota,” ujar Yuni, sapaan Bupati Sragen.

Baca juga: 4 Pimpinan DPRD Dilantik, Bupati Sragen Singgung Rapat Sering Molor

Kepada Tedi Rosanto, Bupati meminta optimalisasi penataan pasar, potensi IKM, sektor pajak retribusi pasar, dan penanggulangan rentenir yang menganggu pedagang pasar.

Dia menginformasikan 2020 banyak pasar tradisional direvitalisasi dengan harapan ada pertumbuhan ekonomi di Sragen. “Retribusi elektronik jangan berhenti pada pasar kota dan Pasar Bunder tetapi ke seluruh pasar lainnya secara bertahap karena retribusi elektronik itu mampu meningkatkan retribusi daerah,” katanya.

Yuni cukup keras memberi catatan kepada Samsuri untuk memperbaiki manajemen di internal DLH. Yuni menyampaikan DLH itu kehilangan arah dan induknya karena tidak ingin maju bersama.

Baca juga: Begini Kesan Bupati Sragen Yuni Seusai Jajal Mobil Lowo Ireng Elektrik Di Jambore Mobil Listrik

Yuni mencium pejabat DLH sudah terfragmentasi karena antarkabid dan antarkasi tidak saling menyapa. “Bagaimana caranya Sragen dapat Adipura kalau kondisi begitu? Bagaimana bisa jaga lingkungan kalau internalnya amburadul? Buktikan jangan gede badannya tetapi lembek. Banyak PR di DLH, bongkar semua di DLH! Manajemen sampah jadi prioritas,” tuturnya.

Sutrisna pun tak luput dari sorotan Bupati. Sistem informasi kepegawaian (Simpeg) yang selalu dianggarkan tetapi tidak berjalan optimal di BKPP menjadi catatan yang harus dirampungkan Sutrisna.

Untuk Badan Kesbangpol, Yuni minta pemimpin yang baru bisa menciptakan kondusivitas wilayah apalagi 2020 ada momentum pilkada. Capaian kinerja setahun jadi penilaian Yuni untuk seluruh dinas.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten