Bupati Batang, Wihaji, (Antara-Kutnadi)

Semarangpos.com, BATANG —  Pemerintah Kabupaten Batang melanjutkan program dana santunan kematian karena dianggap sakti membantu warga tidak mampu yang sedang mengalami kesusahan. Demi mendanai program yang kini bernama Dana Santunan Kematian Elektronik (e-Sakti) itu, Pemkab Batang menganggarkan dana Rp2,6 miliar pada tahun 2019 ini.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa program santunan kematian tersebut sudah dilaksanakan sejak 2017 dan dilanjutkan hingga 2019 sebagai upaya membantu meringankan beban warga yang tidak mampu. "Pada 2019, kami anggarkan santunan kematian senilai Rp2,6 miliar. Adapun Rp750 juta dari Rp2,6 miliar sudah disalurkan pada warga yang berhak," katanya di Batang, Jateng, Senin (20/5/2019).

Ia mengatakan program santunan kematian atau elektronik santunan kematian (e-Sakti) merupakan salah satu program yang sudah berjalan hampir dua tahun dan dinilai warga mampu meringankan beban mereka. "Aplikasi santunan kematian untuk mempermudah warga tidak mampu yang meninggal dunia dipermudah dalam mendapatkan santunan Rp1 juta itu dan kini sudah bisa dirasakan manfaatnya," katanya.

Menurut dia, program santunan kematian merupakan kepedulian pemkab kepada masyarakat tidak mampu mengingat bila ada warga yang meninggal dunia membutuhkan biaya yang tidak sedikit, seperti biaya pemakaman dan tahlilan. "Jika memang data persyaratannya komplit bisa pada hari itu juga, dana santunan itu bisa langsung dicairkan," katanya.

Ia menambahkan program santunan kematian pada 2017 semula dianggarkan Rp900 juta, kemudian pada 2018 meningkat menjadi Rp1 miliar, dan 2019 sebesar Rp2,6 miliar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten