Langkah Persiba semakin berat

MALANG: Ambisi Persiba Bantul melaju ke Super Liga musim depan makin berat saja. Pasalnya, kemarin sore, tim asuhan Nandar Iskandar ini menelan kekalahan 0-1 dari tuan rumah Persema Malang dalam pertandingan pertama Grup L babak 8 Besar Divisi Utama di Stadion Gajayana.

Untuk mengamankan peluangnya, Persiba dituntut memenangi dua laga sisa melawan PSPS Pekanbaru dan Persikabo Bogor. Menghadapi tuan rumah Persema, Persiba kecolongan oleh gol cepat Brima Pepito Sanusie ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Brima yang menguasai bola dari rusuk kiri jantung pertahanan Persiba, secara tak terduga melayangkan tendangan keras terukur kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur deras ke arah tiang jauh itu gagal dijangkau kiper Persiba, Ariesoma Krisandhi.

Gol itu langsung memantik semangat Bima Sakti dkk untuk bisa menambah perbendaharaan gol. Serangan demi serangan mengalir deras dengan mengandalkan duet Brima Pepito-Harmoko yang ditopang Mbom-Mbom Julien dan Bima Sakti.

Kendati banyak digembur lawan, Persiba juga mampu mencetak peluang. Salah satunya melalui tendangan salto Ezequiel Gonzalez. Sayangnya, tendangan pemain asal Argentina itu melambung di gawang Persema yang dikawal I Komang Putra.

Di babak kedua, Persiba  harus bermain dengan sepuluh orang menyusul diusirnya Cristiano de Olivieri oleh wasit Didit Wahyudi asal Denpasar menyusul kartu kuning kedua setelah melanggar keras Semme Piere Patrick menit ke-46.

Bermain sepuluh orang, praktis membuat skuad asuhan Nandar Iskandar ini bertahan sambil melakukan serangan balik. Kesempatan Persiba untuk menyamakan kedudukan sempat terbuka lebar. Sayangnya heading Ezequiel yang meluncur bebas ke gawang masih membentur mistar pada menit ke-73. Skor 1-0 ini bertahan hingga laga usai.

Seusai pertandingan, pelatih Persiba, Nandar Iskandar, menilai perjuangan para pemainnya bagus. Hanya saja Nandar mengakui gol cepat Persema membuat mental anak asuhnya down.

“Gol cepat Persema membuat permainan anak-anak sedikit ada beban. Kendati secara umum permainan sore ini (kemarin) jauh lebih bagus dibanding sewaktu dikalahkan Persema 4-0 di akhir putaran dua lalu,” tegas Nandar.

Tidak hanya itu, mantan pelatih Persib Bandung ini juga memuji kedisiplinan tinggi barisan pertahanan yang mampu menahan gempuran pemain Persema. “Sejak Cristiano diusir wasit menit awal babak kedua, pemain mampu menjalankan barisan pertahanan yang rapi dan solid,” katanya.

Sementara Sekrtaris Persiba, Wikan Werdokisworo mengaku para pemain memang tidak ditargetkan menang.
“Bagi kami kekalahan kali ini lebih kepada keberuntungan saja. Karena kami hanya mentargetkan seri dan anak-anak tadi juga bermain dengan baik. Dan kami tahu pertarungan yang sebenarnya justru saat pertandingan melawan PSPS dan pertandingan Persikabo,” pungkas dia.

Sedangkan pelatih Persema, Subangkit, mengakui permainan yang diperagakan Bima Sakti dkk masih dibawah form. Menurutnya, anak asuhnya bermain penuh beban.

“Beban mental tinggi yang disandang anak-anak untuk memenangkan pertandingan membuat permainan kurang berkembang termasuk memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” tegas Subangkit.

Karena itu, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi dan pembenahan tim terutama lini belakang menjelang pertandingan kedua melawan Persikabo Kabupaten Bogor, Rabu (20/5) besok. Untuk mengamankan tiket lolos ke semifinal Persema harus dituntut menang.

Oleh Jumali
Harian Jogja & Bisnis Indonesia/JIBI

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom