Langgar Protokol Kesehatan, Hajatan di Sragen Bakal Dibubarkan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan hajatan yang melanggar protokol kesehatan bakal dibubarkan.

 Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mencatat ada 295 hajatan yang akan digelar dalam waktu dekat di Sragen. Bupati yang juga Ketua Satugas Tugas Penanganan Covid-19 menginstruksikan desa yang masuk zona merah Covid-19 dilarang menggelar hajatan dan desa di luar zona boleh menggelar hajatan dengan protokol kesehatan dan proserdur tetap (protap) yang ketat.

Yuni, sapaan Bupati Sragen, menyampaikan bila ada warga yang nekat melanggar protokol kesehatan dan protap dalam pelaksanaan hajatan maka hajatan itu bisa dibubarkan. Yuni meminta sebelaum hajatan dilaksanakan warga yang bersangkutan wajib membuat perjanjian hitam di atas putih untuk mentaati protokol kesehatan dan protap hajatan.

Penjelasan itu diungkapkan Yuni dalam rapat koordinasi dengan para pimpinan kecamatan (muspika) di Gedung Kartini, Sragen, Kamis (27/5/2021) siang. Dia mengatakan kebijakan hajatan ini dilakukan menyeluruh di semua desa.

Baca juga: Kisah 1 Keluarga Dapat Wangsit Jadi Penjaga Desa Tenggelam di Demak

Hajatan Langgar Prokes

Dia mencatat sejak 2 Syawal atau Jumat (24/5/2021) sampai sekarang ada 321 hajatan yang digelar di Sragen. Dia menyampaikan evaluasi atas ratusan hajatan itu ternyata 90% tidak menerapkan protokol kesehatan dan tidak sesuai protap yang dibuat pemerintah.

“Misalnya, penggunaan masker, ternyata tidak semua memakai masker warga yang punya kerja, pengantin, among tamunya, sampai tamunya sendiri. Protapnya tamu itu mbanyu mili atau drive thru ternyata tidak dilaksanakan. Tidak boleh ada penyajian makanan dengan piring terbang ternyata masih dilakukan. Ini menjadi faktor yang harus menjadi perhatian para satgas di tingkat desa dan kecamatan. Mulai sekarang desa yang masuk zona merah dilarang atau tidak boleh menggelar hajatan,” ujar Yuni, tegas.

Dia mengatakan jumlah hajatan yang belum dilaksanakan tetapi sudah mendapatkan izin dari kecamatan sebanyak 295 hajatan. Yuni meminta 295 hajatan yang akan digelar ini silakan dilaksanakan tetapi sebelum pelaksanaan harus ada perjanjian hitam di atas putih untuk menerapkan protokol kesehatan dan protap yang ada.

“Apabila tidak sesuai protokol kesehatan dan protap maka satgas bisa membubarkan hajatan itu. Kalau tidak setuju dengan perjanjian itu maka tidak perlu menggelar hajatan. Setelah 295 hajatan terlaksana maka hajatan berikutnya ditunda sampai situasi Covid-19 di Sragen terjadi penurunan. Kami membutuhkan bantuan semua pihak,” jelasnya.

Baca juga: Unik! Kuliner Gule Goreng Cuma Ada di Solo, Pernah Coba?

Yuni menerangkan bila dihitung per kecamatan maka jumlah hajatan per kecamatan itu bisa mencapai 50-60 hajatan. Dia mengungatkan warga yang menggelar hajatan harus konsisten mematuhi durasi yang diiizinkan hanya 2,5 jam, sajian makanan dengan drive thru dan tamu datang mbanyu mili.

“Mulai hari ini kembali dilakukan pengetatan protokol kesehatan untuk menurunkan angka Covid-19 di Sragen,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menambahkan hajatan tidak boleh diadakan malam hari dan tempor 2,5 jam wajib dipatuhi. Dia mengatakan operasi protokol kesehatan ditingkatkan terutama di lokasi hajatan.

“Yang punya hajat harus membuat pernyataan, apabila melanggar protokol kesehatan sanggup dibubarkan. Sekarang diberi kelonggaran tetapi masyarakat justru mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.

Dikenal Teknik Putaran Miring, Melikan Bangun Wisata Edukasi Gerabah

Desa Melikan mengembangkan potensi gerabah dengan membikin wisata edukasi.

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).

Kasus Perampokan Maut di Gudang Rokok Serengan Solo Segera Disidangkan

Polresta Solo telah melakukan pelimpahan tahap II kasus perampokan gudang rokok di Jl Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, ke Kejari Solo.

Belum Diresmikan, Bangunan Baru Pasar Legi Solo Malah Kebanjiran

Bangunan baru Pasar Legi Solo yang baru mulai ditempati pedagang dan belum diresmikan kebanjiran saat hujan deras pada Rabu (19/1/2022) siang.