Langgar Prokes, 5 Pedagang Pasar Kebakkramat & Palur Dilarang Jualan

Lima pedagang di Pasar Palur dan Kebakkramat dilarang berjualan karena ketahuan tidak mematuhi protokol kesehatan saat berdagang.

SOLOPOS.COM - Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar menegur pedagang di Pasar Kebakkramat yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan Selasa (19/1/2021). (Istimewa/Istimewa/ Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM Karanganyar menyidak Pasar Kebakkramat dan Pasar Palur untuk mengecek kepatuhan para pedagang menerapkan protokol kesehatan selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Selasa (19/1/2021).

Berdasarkan sidak yang dilakukan, sebanyak tiga pedagang Pasar Palur dan dua pedagang Pasar Kebakkramat ketahuan tidak tertib menerapkan protokol kesehatan. Akibatnya mereka dilarang berjualan selama sehari.

Sidak tersebut dilakukan menindaklanjuti surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar dengan No. 500/0136.7.2/I/2021 tentang tindak lanjut pengendalian Covid-19 di pasar rakyat. Di dalam surat tersebut tercantum kegiatan pasar tetap berjalan normal selama PPKM namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Viral Vaksinasi Covid-19 Jokowi Gagal, Ini Teori Suntikan 90 Derajat

Sanksi

Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, mengatakan tindakan pelarangan pedagang berjualan merupakan sanksi yang harus diterapkan setelah upaya yang dilakukan Lurah Pasar tidak dipatuhi oleh pedagang. Menurutnya, sanksi akan diterapkan secara bertahap tergantung pada kepatuhan pedagang terkait setelah diberikan sanksi pertama.

“Setiap 30 menit sudah disampaikan untuk menaati protokol kesehatan. Kalau tidak patuh kami tindak tegas hari itu juga saat kedapatan kami tutup langsung tidak boleh berjualan sehari. Kalau besok ketahuan lagi kami larang dua hari, nekat lagi satu pekan, kalau masih nekat lagi juga kami cabut izinnya,” tegas Martadi kepada Solopos.com, Selasa (19/1/2021).

Sidak menurutnya bukan hanya menyasar pedagang namun pengunjung dan sales dagangan. Pada sidak yang dilakukan, Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar meminta satu sales yang tidak bermasker keluar dari lingkungan pasar. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya memutus rantai persebaran Covid-19.

“Jangan sampai nanti ada klaster pasar. Kami akan terus melakukan sidak ini secara acak dan tanpa pemberitahuan di seluruh pasar tradisional. Tidak menutup kemungkinan juga di swalayan nanti,” imbuh dia.

Bejat! Pria Sukoharjo Tega Perkosa Bocah 12 Tahun di Karanganyar

Pasar Palur

Lurah Pasar Palur, Sri Haryani, mengatakan di Pasar Palur terdapat tiga pedagang yang langsung diminta menutup kios dan los mereka lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan. Mereka merupakan pedagang makanan ringan, kelapa, dan daging. Guna menindaklanjuti sidak tersebut, Sri akan mendata pedagang yang tidak tertib untuk dilaporkan ke Pemkab Karanganyar.

“Mereka saya beri sanksi tak boleh berjualan selama dua hari. Kami juga akan lebih giat patroli sosialisasi untuk pedagang dan pengunjung agar lebih patuh menerapkan protokol kesehatan,” terang dia.

Cekcok, Eks Pemain Timnas Indonesia U-19 Hajar Kekasih di Indekos

Berita Terbaru

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...

Satgas Sukoharjo Optimalkan Posko Covid-19 di Desa

Solopos.com, SUKOHARJO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo mengoptimalkan posko Covid-19 di setiap desa/kelurahan. Hal ini untuk pencegahan,...

Kasus Covid-19 di Wonogiri Cenderung Turun, Ini Penjelasan Pemkab 

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengklaim tren penambahan kasus terkonfirmasi positif, Februari ini, menurun dibanding dua bulan sebelumnya. Pada sisi...