Langgar Perda, Tempat Pelesir Hidung Belang di Pati Ini Bakal Dibongkar

Lokasi Lorong Indah (LI) yang ada di Kabupaten Pati terancam akan dibongkar karena melanggar Perda Pati Nomor 2 tahun 2021 tentang rencana tata ruangg wilayah (RTRW).

 Kawasan prostitusi LI kabupaten Pati (Instagram/@patisakpore)

SOLOPOS.COM - Kawasan prostitusi LI kabupaten Pati (Instagram/@patisakpore)

Solopos.com, PATI — Lokasi Lorong Indah (LI) yang ada di Kabupaten Pati akan dibongkar karena melanggar Perda Pati Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Mengutip laman Instagram @patisakpore, Rabu (4/8/2021),¬† pasalnya lokasi yang seharusnya dijadikan kawasan tanaman pangan ini justru beganti fungsi menjadi tempat prostitusi dan karaoke sejak tahun 2004.

Tidak ingin Pati dinilai dengan predikat sebagai tempat bisnis karaoke dengan para wanita pemuas nafsu, pihak Satpol PP telah mengeluarkan  surat yang intinya meminta agar para pengusaha prostitusi mengembalikan lokasi seperti sedia kala.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono, menuturkan sebelumnya bahwa pihaknya telah melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabuapten Pati mengenai bangunan permanen yang berdiri di LI, Ngemblok City, Kampung Baru dan Wagenan.

Baca Juga : Suarakan Protes PPKM, Kelompok Pemuda Pati Gelar Pasar Gratis

Setelah mendapatkan informasi pada Jumat, 31 Juli 2021 lalu, berdasarkan Perda Tata Ruang lokasi tersebut yang seharusnya diperuntukan untuk tanaman pangan berkelanjutan, bukan sebagai tempat prostitusi.

Sugiyono menuturkan bahwa area tersebut adalah kawasan pertanian, karena itu pihaknya memberikan surat pemberitahuan kepada para pelaku bisnis karaoke dan prostitusi ini untuk mengembalikan fungsi lahannya. Hal itu sudah berdasarkan surat dari DPUTR Kabupaten Pati dan pihaknya akan bertindak tegas atas dasar tersebut.

Perlu diketahui, tempat prostitusi Lorong Indah saat ini berdiri 50 lebih bangunan permanen. Mirisnya lagi ada juga bangunan yang berdiri 2 lantai tanpa disertai izin mendirikan bangunan (IMB). Sugiyono juga menambahkan bahwa saat ini sudah menjamur bangunan bangunan baru dan prostitusi juga semakin berkembang dan dirinya harus menghentikannya karena sudah melanggar tata ruang wilayah Kabupaten Pati.

Baca Juga : Kuliner Petis Kambing Runting Khas Pati, Berawal dari Daging Kambing Kurban yang Melimpah

Mekanismenya setelah ada surat peringatan pertama akan diberi waktu 7 hari untuk mengkosongkan, kalau masih ada resistensi akan diperingatkan kembali, dan jika tetap kolot, terpaksa akan ditindak tegas.

Kawasan LI sendiri berada di tengah persawahan Desa/Kecamatan Margorejo dan jauh dari pemukiman penduduk. Kawasan ini terletak sekitar 4,3 kilometer dari pusat Kabupaten Pati dan dapat ditempuh dalam jangka waktu 15 menit.

Kawasan LI ini memang dikenal sebagai tempat lokalisasi terbesar di Kabupaten Pati, bahkan diantara kabupaten sekitar. Hingga sekarang, tidak ada yang tahu sejak kapan bisnis prostitusi itu dimulai di kawasan tersebut.

Baca Juga : Masjid Agung Pati Saksi Sejarah Bumi Mina Tani

Namun salah satu warga setempat yang merupakan pemerhati sejarah, Setyo Budi Wibowo mengatakan bahwa tempat pelesir para lelaki hidung belang itu mulai dikenal sejak tahun 1998. Tempat itu didirikan oleh seseorang bernama Saru dan awalnya bermula dari warung kecil di lahan kosong seluas 1 ha di tengah sawah.

Saat krisis moneter 1998, kawasan ini menjadi imbas kerusuhan masa sehingga aktivitas prostitusi sempat terhenti. Singkatnya, aktivitas prostitusi ini kembali aktif di kawasan tersebut. Lokasi tersebut awalnya diberi nama Lorog Indah. Namun supaya lebih masyur, namanya diganti Lorong Indah.

Berita Terkait

Espos Premium

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Berita Terkini

Waduh, 6,5 Juta Penduduk di Jateng Belum Jadi Peserta BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan berinovasi dengan menyediakan layanan secara online. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN.

Seleksi Bintara TNI AD Kodam IV Diponegoro Sisakan 238 Pendaftar

Ratusan pendaftar calon bintara PK TNI AD menjalani pantukhir di Aula Jenderal Sudirman Rindam IV Diponegoro, Magelang.

69 Orang Terkonfirmasi Covid-19, Klaster PTM di Jateng?

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah memunculkan klaster Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng).

Nikmatnya Sate Bumbon Khas Kendal, Bumbu Rempahnya Nampol Lur!

Kuliner khas Kedal sate bumbon mirip dengan sate maranggi, hanya saja kekuatan rasanya adalah manis dan gurih.

Duh, Vaksinasi 4 Daerah di Jateng Ini Masih Lemot

Empat daerah disebut Gubernur Ganjar Pranowo capaian vaksinasinya masih di bawah daerah lain di Jateng.

Ganjar Pranowo Dijuluki George Clooney Versi Jawa, Begini Profilnya

Begini profil Ganjar Pranowo yang dijuluki sebagai George Clooney dengan kearifan lokal.

Dibayangi Ancaman Sanksi PDIP, Begini Respons Ganjar

PDIP menebar ancaman akan memberi sanksi kepada anggotanya yang dideklarasikan jadi capres. Ancaman itu diyakini tertuju pada Ganjar Pranowo.

Sego Megono Khas Pekalongan Versi Sehat Cocok Buat Diet, Yuk Coba

Kuliner khas Pekalongan berupa sego megono kini ada versi sehatnya yang cocok untuk diet dengan jenis nasi yang berbeda.

Sepekan, Polda Jateng Amankan 900 Gram Sabu-Sabu

Ditresnarkoba Polda Jateng berhasil menggagalkan peredaran total 900 gram sabu-sabu yang dilakukan lima tersangka dari lokasi yang berbeda.

Fadia Arafiq, Pedangdut dan Putri A Rafiq yang Jadi Bupati Pekalongan

Fadia Arafiq yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan adalah putri mendiang pedangdut senior A. Rafiq ini yang melejit karena single-nya yang berjudul Cik Cik Bum pada tahun 2000 silam.

Sudah Alami Kecelakaan, Belasan Pegawai RSUD Terancam Sanksi dari Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akan meminta keterangan terkait kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi belasan pegawar RSUD Wongsonegoro saat piknik di masa PPKM. Mereka terancam sanksi.

Kemenperin Minta Pabrik Rokok Segera Serap Tembakau Petani Temanggung

Petani tembakau di Temanggung telah mengalami panen raya, namun hasilnya belum terserap secara maksimal oleh pabrik.

Senggol Bodi Truk, Pengendara Motor di Grobogan Tewas

Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah berupaya menyalip truk di depannya di jalan lingkar utara Grobogan.

Warga Blora Senang Diajari Buat POC dan Pestisida Nabati oleh KKN UNS Tim 28

Mahasiswa KKN UNS Tim 28 mengajarkan pembuatan pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pestisida nabati di Dukuh Beran, Randublatung, Blora.

Masuk Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak hanya tamu namun juga seluruh anggota polisi yang masuk ke Mapolda Jateng.

Murah Meriah! Tiket Masuk Grand Canyon Versi Hitam di Pekalongan Cuma Rp5.000

Disebut sebagai Black Canyon dikarenakan tebing-tebing yang mengapit ini ini terdiri dari batu-batu berwarna hitam yang menjulang tinggi