Lalu Lintas Udara di Arab Padat, Jadwal Pemulangan Haji Debarkasi Solo Berubah

Jadwal pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Solo tahun ini berubah dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini karena kepadatan air traffic (lalu lintas udara) beberapa bandara di Arab Saudi.

Lalu Lintas Udara di Arab Padat, Jadwal Pemulangan Haji Debarkasi Solo Berubah

SOLOPOS.COM - Jemaah Haji kloter 1 dari Sukoharjo tiba di Bandara Adi Sumarmo pukul 10.42 WIB. (M.Ferri Setiawan/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Jadwal pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Solo tahun ini berubah dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini karena kepadatan air traffic (lalu lintas udara) beberapa bandara di Arab Saudi.

“Sejak awal petugas daerah sudah mendapat info beberapa jadwal berubah. Ini terjadi karena kepadatan dan pengaturan traffic penerbangan di Saudi,” ujar Kepala Sub Bagian Penerangan Humas dan Protokol Debarkasi Haji Solo, Agus Widakdo, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (25/8/2019).

Di sisi lain, dia menyebutkan jemaah haji yang pulang hingga kelompok terbang 22, Minggu, sebanyak 7.884 orang. Sementara itu pada Senin (26/8/2019) sesuai jadwal jemaah haji asal Kabupaten Bantul dan Sleman, DIY, pulang ke Tanah Air.

Mereka terdiri atas tiga kloter yaitu kloter 25, 26, dan 27. Kloter 25 dijadwalkan tiba di Debarkasi sekitar pukul 05.10 WIB, kloter 26 pukul 20.25 WIB dan kloter 27 pukul 23.05 WIB. Namun jadwal tersebut sewaktu-waktu bisa berubah.

Sementara itu jemaah haji yang wafat di Tanah Suci hingga kemarin mencapai 42 orang. Sedangkan yang wafat di pesawat satu orang dan yang wafat di Tanah Air satu orang.

”Petugas dan jemaah haji yang sakit sembilan orang. Dari jumlah itu delapan orang petugas dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo. Sedangkan jemaah haji yang satu dirawat di RSUD Banjarnegara,” papar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.