Tutup Iklan

LALU LINTAS SOLO : SSA Gendengan-Purwosari Berlaku, Perilaku Pengendara Masih Sama

LALU LINTAS SOLO : SSA Gendengan-Purwosari Berlaku, Perilaku Pengendara Masih Sama

SOLOPOS.COM - Pengendara mobil dan sepeda motor melintasi jalan dengan sistem dua arah di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Kamis (23/6/2016). Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) Purwosari-Gendengan menurut rencana akan diundur Dishubkominfo Kota Solo setelah Lebaran 2016. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Penataan lalu lintas Solo dengan penerapan SSA Gendengan-Purwosari belum mampu mengubah perilaku pengendara.

Solopos.com, SOLO — Sebulan penerapan sistem satu arah (SSA) di Jl. Slamet Riyadi ruas Purwosari-Gendengan dari barat ke timur dan kebijakan khusus boleh berjalan dua arah bagi angkutan umum pukul 06.00-22.00 WIB belum mengubah perilaku pengguna jalan. Masih banyak pengguna jalan yang tidak memanfaatkan jalur alternatif seperti diarahkan Pemerintah Kota Solo.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, seusai menggelar rapat evaluasi sistem satu arah (SSA) Jl. Slamet Riyadi Gendengan-Purwosari. Rapat itu digelar bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo, Polsek Laweyan, Dinas Pekerjaan Umum, serta konsultan dari The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) di kantor Dishubkominfo, Jumat (14/10/2016) siang.

“Secara umum evaluasinya cukup baik. Pelanggaran minim karena penerapan kebijakan ini dilakukan di kawasan tertib lalu lintas. Dengan berakhirnya masa sosialisasi selama sebulan [Rabu, 12/10/2016], rambu sudah efektif berkekuatan hukum. Penindakan pelanggaran dilakukan kepolisian,” terangnya saat ditemui wartawan.

Baskoro menyampaikan salah satu tujuan rekayasa lalu lintas untuk pemerataan kepadatan jalan di Kota Bengawan. Namun, dia menyebutkan selama sebulan penerapan kebijakan ini, sejumlah pengguna jalan masih terpola memilih jalan seperti sebelum perubahan arah Jl. Slamet Riyadi menjadi searah pada Senin (12/9/2016) lalu.

Dia mencontohkan Jl. Samanhudi ruas Lumbung Batik hingga persimpangan stagger Mangkuyudan kepadatan jalannya masih cukup tinggi, terutama saat jam berangkat sekolah, jam pulang sekolah, dan jam pulang kantor. Padahal sejumlah papan penunjuk jalan yang dipasang selama masa sosialisasi SSA Gendengan-Purwosari sudah mengarahkan pengguna jalan melintasi Jl. dr. Radjiman dan Jl. Slamet Riyadi.

“Kami lihat pola masyarakat menggunakan jalan masih sama. Masih banyak yang mengambil Jl. Samanhudi. Padahal ada Jl. Slamet Riyadi yang lebih lapang. Jl. Hasanuddin juga kami lihat belum banyak dimanfaatkan pengguna jalan. Padahal jika bisa merata, beban Jl. dr. Moewardi [Kota Barat] bisa berkurang,” jelasnya.

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, Baskoro mengatakan pihaknya juga diminta segera berkoordinasi dengan sejumlah sekolah yang berada di kawasan pendidikan Kota Barat. Disampaikannya, salah satu dampak yang menyertai SSA Gendengan-Purwosari adalah peningkatan kepadatan kendaraan di Jl. dr. Moewardi terutama pada saat jam sibuk.

“Kami akan membahas titik antar jemput siswa bersama pihak sekolah di sekitar Kota Barat. Mereka akan kami minta masukannya untuk ikut menentukan titik drop off ideal ini,” ujar dia.

Disinggung soal rekayasa lalu lintas di Jl. Yosodipuro yang akan ditetapkan searah dari timur ke barat sebagai salah satu solusi untuk memecahkan persoalan kepadatan lalu lintas di Kota Barat, Baskoro mengatakan masih mengkajinya. “Harapan kami bisa berjalan tahun ini,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.

Awasi Pergerakan Warga Dari Zona Merah Covid-19, Korlantas Polri Siapkan 143 Pos Pemeriksaan

Korlantas Polri menyiapkan 143 pos pemeriksaan atau check point untuk pengawasan pergerakan warga keluar masuk zona merah risiko Covid-19.

Jarak Bukan Halangan! Begini Cara Memuaskan Hasrat Suami Saat LDR

Jarak bukan halangan, inilah cara memuaskan hasrat seksual suami meski sedang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR. Kira-kira apa saja ya?

Perseteruan Persis Solo-Kuhnle Masuki Babak Baru

Kuasa hukum Michelle, Muhammad Taufiq, mengatakan telah menyerahkan berkas permohonan pencatatan PHI pada Disnakperin berikut kronologi pemecatan kliennya.