Situasi arus lalu lintas di simpang Faroka saat arus lalu lintas di Jl. Slamet Riyadi ruas Alila Hotel-RS Panti Waluyo dipenuhi kendaraan, Kamis (15/6/2017) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Lalu lintas Solo, kondisi arus lalu lintas di Simpang Faroka pada jam-jam sibuk hampir selalu macet.

Solopos.com, SOLO -- Bunyi klakson terdengar saling bersahutan di simpang Faroka, Kelurahan Kerten, Laweyan, Kamis (15/6/2017) pukul 11.45 WIB. Bunyi klakson tersebut berasal dari sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang tengah terhenti di Jl. Slamet Riyadi lajur selatan.

Klakson dibunyikan para pengendara saat mereka tidak bisa leluasa berbelok ke utara menuju Jl. Prof. dr. Soeharso meski lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) telah menunjukkan warna hijau.

Para pengendara di Jl. Slamet Riyadi dari arah timur tidak bisa berbelok ke utara karena terhalang kendaraan dari arah barat yang terhenti di tengah simpang Faroka. Mereka berupaya meminta para pengendara dari arah Kleco tersebut lekas maju sehingga tidak menghalangi jalan.

Butuh waktu cukup lama hingga akhirnya pengendara dari arah timur bisa berbelok ke Jl. Prof. dr. Soeharso. Mereka harus menunggu lampu APILL berubah kembali ke warna hijau setelah sempat kembali menyala merah.

Sejumlah kendaraan dari arah Kleco terhenti di tengah simpang Faroka bukan karena mogok, melainkan tidak bisa masuk ke Jl. Slamet Riyadi ruas Alila Hotel-RS Panti Waluyo. Volume kendaraan di ruas jalan tersebut saat itu padat.

Kendaraan di lajur utara tidak bisa lagi menyalip menggunakan lajur selatan karena telah dipasang barikade di tengah Jl. Slamet Riyadi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Solo pada Selasa (13/6/2017). Kendaraan di Jl. Slamet Riyadi ruas Alila Hotel-RS Panti Waluyo menuju arah pusat kota baru bisa maju ketika lampu APILL di simpang Kerten hijau atau ada kendaraan lain yang berbelok ke Jl. A. Yani.

Seorang pengendara asal Kartasura, Sukoharjo, Setiawan, 26, menilai kemacetan semakin terasa di Jl. Slamet Riyadi ruas Alila Hotel-RS Panti Waluyo setelah dipasangi barikade. Selain volume kendaraan yang kian tinggi, dia menyebut kemacetan di ruas jalan tersebut kian terasa karena para pengendara memilih melaju pelan guna menghindari keberadaan barikade.

Setiawan menyebut pengendara tidak mau celaka serta merusak fasilitas umum ketika mengambil keputusan melaju cepat hingga berpotensi menabrak barikade. "Pemasangan barikade otomatis membuat para pengguna kendaraan bermotor harus lebih waspada. Jangan sampai kita menabrak barikade karena bisa celaka dan merusak barang. Alhasil semua kendaraan memilih melaju pelan sehingga arus lalu lintas terasa macet. Kondisi itu diperparah dengan volume kendaraan yang kian meningkat jelang arus mudik dan balik Lebaran sekarang," kata Setiawan saat ditemui Solopos.com di simpang Faroka, Kamis.

Seorang pengendara asal Jaten, Karanganyar, Sutikno, 34, menyebut kemacetan di Jl. Slamet Riyadi ruas Alila Hotel-RS Panti Waluyo menuju arah Kota Solo juga dipicu kurang sadarnya para pengguna kendaraan. Para pengendara yang akan lurus menuju Purwosari seharusnya tidak memadati semua badan Jl. Slamet Riyadi setibanya di simpang Kerten.

Seharusnya kendaraan berjalan di satu lajur karena lajur lainnya bisa digunakan untuk kendaraan lain yang akan berbelok ke Jl. A. Yani. Sesuai aturan, kendaraan di Jl. Slamet Riyadi dari arah barat boleh berbelok langsung jika mau ke Jl. A. Yani.

"Banyak juga pengendara yang nekat memadati jalur lambat di depan RS Panti Waluyo saat menunggu lampu APILL berubah hijau. Padahal jalur lambat tersebut bisa digunakan untuk kendaraan yang akan belok langsung ke Jl. A. Yani. Pengendara yang akan menuju ke Purwosari pada intinya harus bersabar tidak boleh asal-asalan. Selam mudik Lebaran, arus lalu lintas di simpang Kerten harus dijaga petugas. Pengendara yang melanggar aturan bisa ditilang," jelas Sutikno saat ditemui Solopos.com di tempat parkir Solo Square, Kamis siang.

Pantauan Solopos.com, aktivitas kendaraan yang ingin menyeberang menuju Solo Square maupun ke Makorem melalui celah barikade juga memengaruhi kemacetan di Jl. Slamet Riyadi ruas Alila Hotel-RS Panti Waluyo. Saat kendaraan menyeberang, kendaraan lain yang berada di belakangnya otomatis harus berhenti.

Begitu juga kendaraan dari arah sebaliknya juga harus berhenti ketika ada kendaraan menyeberang. Di sekat barikade depan Solo Square dan Makorem, ada dua petugas dari Solo Square yang membantu kendaraan menyeberang.

Saat dimintai konfirmasi, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menjelaskan maksud pemasangan barikade di tengah Jl. Slamet Riyadi dari simpang Faroka hingga simpang Kerten untuk menghilangkan titik-titik crossing terutama di depan Solo Square Mall.

Dishub tidak mau terjadi kemacetan parah di jalur utama pemudik tersebut akibat ada banyaknya kendaraan yang menyeberang dari maupun ke Solo Square. Disinggung soal adanya luapan kendaraan hingga terhenti di tengah simpang Faroka, dia menyebut hanya terjadi pada jam sibuk. Ari yakin tidak lama setelah itu, arus lalu lintas di situ kembali normal.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten