Laka Karambol Sumberlawang: Sopir Bus Rela Mengaku Melaju 40 Km/Jam

Sopir Bus Rela yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut di jalan Solo-Purwodadi telah ditahan dan dimintai keterangan polisi.

 Kondisi Bus Rela dengan trayek Purwodadi-Solo dalam kondisi kaca depan pecah, pintu, dan jendela rusak setelah menabrak dua mobil dan satu motor di Jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Kebunsari RT 001, Desa Kacangan, Sumberlawang, Sragen, Kamis (11/11/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kondisi Bus Rela dengan trayek Purwodadi-Solo dalam kondisi kaca depan pecah, pintu, dan jendela rusak setelah menabrak dua mobil dan satu motor di Jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Kebunsari RT 001, Desa Kacangan, Sumberlawang, Sragen, Kamis (11/11/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Kecelakaan karambol maut yang menelan satu korban jiwa di jalan Solo-Purwodadi, Kamis (11/11/2021) ditengarai disebabkan pengemudi Bus Rela yang melaju ugal-ugalan.

Sopir bus Rela yang bernama Widodo, 39 tersebut, kini ditahan polisi. Ditemui wartawan di Mapolsek Sumberlawang, Sragen, ia mengaku mengemudikan bus dalam kecepatan rendah. Ia mengklaim sekitar 40 km/jam karena jalannya rusak dan berada di tikungan.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Saat kejadian itu saya sudah menginjak rem, tetapi dua mobil [Toyota Innova dan Honda Mobillio] berjalan terlalu ke kanan karena menghindari jalan rusak. Karena bus kan saat mengerem tidak langsung berhenti tetapi masih tetap jalan. Yang mobil putih itu keserempet dan yang mobil satunya keinjak bus,” jelas Widodo.

Baca Juga: Alhamdulillah, Pengantin Lolos dari Maut di Laka Karambol Sumberlawang

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kanit Laka Satlantas, Ipda Irwan Marvianto, menerangkan peristiwa kecelakaan itu bermula saat bus Rela berjalan terlalu ke kanan dari arah Purwodadi ke Solo. Bus tersebut lantas menabrak mobil Honda Mobillio, Toyota Innova, dan motor Honda Scoopy yang berjalan dari arah berlawanan, yakni dari Solo ke Purwodadi.

“Kami masih dalami dengan pemeriksaan sopir dan saksi-saksi. Korban satu orang meninggal dunia, yakni penumpang Honda Mobillio dan yang lainnya luka-luka. Di RSI Yakssi ada tujuh orang sisanya di RSUD Gemolong,” jelasnya.

Seperti diberitakan, kecelakaan karambol yang terjadi sekitar pukul 08.10 WIB itu bermula ketika bus Rela berpelat nomor AD 7147 OA melaju kencang dari arah Purwodadi menuju Solo. Sesampainya di tikungan jalan depan SDN Kacangan 1, Sumberlawang, Sragen, bus melaju terlalu ke kanan yang menjadi jalur kendaraan dari lawan arah.

Baca Juga: 1 Meninggal Dunia, Bus Rela Tabrak 2 Mobil dan 1 Motor di Sumberlawang

“Sebuah mobil Toyota Avanza masih bisa menghindar. Tapi, bus itu kemudian menabrak Honda Mobilio [berpelat nomor AB 1404 UN]. Mobil itu ringsek pada bagian kanan. Bus lalu menabrak mobil Toyota Innova [berpelat nomor K 8835 DC]. Sementara posisi sepeda motor Honda Scoopy [berpelat nomor K 4119 RD kemungkinan berada di antara dua mobil itu,” jelas Heru Waskita, salah seorang saksi mata.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

1,7 Juta Bayi Belum Imunisasi, Black Campaign Picu Kesenjangan Imunitas

+ PLUS 1,7 Juta Bayi Belum Imunisasi, Black Campaign Picu Kesenjangan Imunitas

Pada periode 2019-2021, Kementerian Kesehatan mencatat 1,7 juta bayi belum memperoleh imunisasi dasar. Black campaign antiimunisasi yang disampaikan terang-terangan melalui seminar maupun talkshow melahirkan kesenjangan imunitas di kalangan anak-anak.

Berita Terkini

Jembatan Jurug B Solo Dibongkar 1 Oktober 2022, Begini Rencananya

Pemerintah bakal membongkar jembatan Jurug B selama tiga bulan, yakni pada 1 Oktober 2022 sampai 17 Januari 2023 dan pengalihan arus lalu lintas juga mulai 1 Oktober 2022.

Kasus PMK di Sragen Hampir 1.000 Ekor, Pasar Hewan Tetap Dibuka 5 Juli?

Kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK di Kabupaten Sragen terus bertambah hingga mendekati angka 1.000 ekor, tetapi Pemkab berencana membuka pasar hewan mulai 5 Juli 2022.

Bagus Setyawan Jabat Danyonif Mekanis Raider 413/Bremoro

Letkol (Inf) Anggun Wuriyanto menyerahkan jabatan Danyonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad kepada Mayor (Inf) Bagus Setyawan dalam upacara sertijab, Selasa (28/06/2022).

2 Motor Adu Banteng di Jl Ngawi-Sragen Sambungmacan, 1 Orang Meninggal

Kecelakaan adu banteng di Jalan Ngawi-Sragen, tepatnya depan Puskesmas Sambungmacan 2 Dukuh Sundo Asri RT 018, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen pada Selasa (28/6/2022).

Solopos Hari Ini: Evaluasi PeduliLindungi

Sosialisasi dan masa transisi terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak gorenq curah rakyat (MGCR) mulai dilakukan Senin (27/6/2022). Sejumlah kritik mengalir, mulai dari akses hingga keamanan data.

Jadi Sentra Bisnis, Desa Madegondo Sukoharjo Ingin Warganya Tetap Guyub

Meskipun terbilang banyak pendatang yang berdomisili maupun menetap di Desa Madegondo, tingkat keamanan desa masih terbilang kondusif.

PPDB Solo: 20 SD Negeri Kekurangan Murid, Ini Solusi Dari Disdik Solo

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menyarankan solusi bagi sekitar 20 SD negeri di Kota Bengawan yang kekurangan pendaftar pada PPDB tahun ajaran 2022/2023.

Pameran Foto Solo Zaman Dulu di Monumen Pers Nasional, Lihat Yuk!

Masyarakat bisa melihat gambaran Solo sekitar tahun 1900an lalu, dalam Pameran Foto Solo Tempo Dulu secara gratis mulai 30 Juni 2022 nanti.

Wah! Mulai Uji Coba, PLTSa Putri Cempo Solo Segera Beroperasi Lur

PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, memulai uji coba pengoperasian mesin pengolah sampah menjadi energi listrik pada Selasa (28/6/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Berawan Tanpa Hujan

BMKG merilis prakiraan cuaca Sragen hari ini bakal cerah berawan tanpa hujan.

Sebelum Beraktivitas Simak Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini Lur

Prakiaan cuaca Karanganyar hari ini akan cerah berawan tanpa turun hujan.

Masih ada 34.000 RTLH di Sragen, Kemiskinan Struktural Jadi Penyebab

Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen masih tinggi meski tiap tahun ada intervensi. Kemiskinan struktural disebut sebagai penyebab.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini Rabu 29 Juni 2022 Potensi Berawan

Inilah prakiraan cuaca wilayah Boyolali sepanjang hari Rabu (29/6/2022) menurut informasi BMKG.

Bersahabat, Cek Yuk Prakiraan Cuaca Kota Solo Hari Ini Rabu 29 Juni

Prakiraan cuaca Kota Solo dari BMKG untuk hari ini, Rabu (28/6/2022), terpantau cukup bersahabat.

Pagi Cerah, Tengok Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Rabu 29 Juni 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo pada Rabu (29/6/2022) hari ini.